Example floating
Example floating
BLITAR

Refleksi Setahun Pemkot Blitar: 70 Penghargaan hingga Tantangan Pangkas APBD 80 Persen

Prawoto Sadewo
×

Refleksi Setahun Pemkot Blitar: 70 Penghargaan hingga Tantangan Pangkas APBD 80 Persen

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
alam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus refleksi satu tahun Pemerintahan Kota Blitar, digelar Diskusi Terbuka bertajuk “Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Kota Blitar, Antara Harapan, Realita, dan Tantangan 5 Tahun ke Depan” di Area Museum PETA, Minggu 1 Maret 2026 malam.

Kegiatan yang dikemas dalam konsep Ngopi Ramadan (Ngobrol Gagasan dan Opini Publik Inklusif) bersama Wali Kota Blitar ini dihadiri perwakilan kepala OPD, instansi, awak media, LSM, influencer hingga tokoh masyarakat.

Baca Juga: Sidak TKP2OM di Blitar Kota, Kapolres Pastikan Keamanan Produk untuk Masyarakat

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin yang akrab disapa Mas Ibin, menyampaikan apresiasi atas capaian satu tahun kepemimpinannya bersama jajaran.

“Terima kasih untuk semua OPD dan instansi terkait. Dalam satu tahun pemerintahan ini kita mendapat 70 penghargaan ya, dan saya mendapat teman OPD yang kapabel dalam tata kelola pemerintahan, itu menjadi kebanggaan saya sebagai kepala daerah,” ujarnya kepada awak media seusai kegiatan.

Baca Juga: Dampingi Megawati Ziarah Makam Bung Karno, Supriadi Tekankan Ketahanan Pangan dan Larang Kader PDIP Terlibat MBG

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, media, dan pegiat sosial yang hadir dalam forum tersebut.

“Terima kasih juga untuk semua masyarakat yang telah hadir, awak media dan pegiat sosial lainnya dalam kegiatan yang sangat baik ini yang bisa sebagai evaluasi dan catatan dari banyak pihak untuk kami selalu berbenah demi Kota Blitar yang lebih baik,” tambahnya.

Baca Juga: Siap Pimpin PKB Kota Blitar, Totok Beberkan Strategi Menuju 2029

Dalam refleksi tersebut, Mas Ibin mengungkapkan tantangan berat yang dihadapi pemerintah daerah akibat pemangkasan anggaran.

“Hampir 80 persen APBD kita dipangkas, itu sangat berat bagi kami, sehingga banyak layanan yang nanti akan dipangkas,” tegasnya.

Ia mencontohkan sejumlah program yang terdampak efisiensi anggaran.

“Seperti momen Ramadan ini biasanya ada bingkisan untuk pekerja di Kota Blitar itu juga sekarang tidak ada, yang biasanya mendapat bantuan beras Rastrada juga tinggal separo penerimanya, lalu program yang langsung menyentuh masyarakat seperti Karya Mas juga tinggal separo. Namun saya pastikan hal tersebut tidak mengganggu pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Mas Ibin pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.

“Jika ada hal kurang nyaman kami selaku pemerintah Kota Blitar meminta maaf ke seluruh pihak, karena memang keterbatasan anggaran,” ucapnya.

Meski dihimpit efisiensi, Pemkot Blitar mengarahkan kompensasi pemangkasan anggaran untuk program strategis jangka panjang.

“Namun justru kompensasi atas pemangkasan ini akan kita arahkan untuk sesuatu hal di masa depan seperti pendidikan, lalu yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi, penanganan stunting, akan banyak program-program yang merupakan investasi jangka panjang guna mendongkrak PAD,” terang Mas Ibin.

Ia menyebut sektor kesehatan menjadi salah satu tumpuan utama peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).