Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil merekam sinyal laser yang dipancarkan dari perangkat yang diluncurkan oleh pesawat ruang angkasa Psyche, yang saat ini sedang berjarak sekitar 16 juta kilometer dari Bumi. Pesawat antariksa ini sedang dalam misi menuju asteroid misterius yang terbuat dari logam.
Pada tanggal 14 November, keberhasilan pertama dalam uji coba sistem Komunikasi Optik Antariksa Dalam (DSOC) dimiliki oleh NASA terjadi. Ini adalah alat komunikasi generasi berikutnya yang mengirimkan informasi antarplanet menggunakan sinar laser, bukan lagi melalui gelombang radio.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Langkah ini menjadi bagian dari serangkaian tes yang dilakukan oleh NASA untuk mempercepat komunikasi di luar angkasa selama berbagai misi.
Abi Biswas, seorang ahli teknologi dalam proyek sistem di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, California, mengatakan, “Mencapai sinyal cahaya pertama adalah pencapaian yang sangat penting. Sistem di bumi berhasil mendeteksi foton laser dari DSOC di luar angkasa.” Biswas menambahkan, “Kami juga berhasil mengirimkan beberapa data yang berarti kami dapat melakukan pertukaran informasi yang terbatas dari dan ke luar angkasa.”
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Sebelumnya, misi lain telah mencoba komunikasi laser di orbit Bumi atau dalam perjalanan ke Bulan. Namun, DSOC menghadirkan uji coba komunikasi laser yang paling rumit dan terjauh yang pernah ada.
Jika ini berhasil, pejabat NASA berharap bahwa dalam dekade-dekade mendatang, para astronaut yang menjalankan misi ke Bulan atau Mars dapat menggunakan sinar laser sebagai metode untuk mengontrol misi mereka dari bumi.
Langkah Baru NASA: Komunikasi Antariksa dengan Sinar Laser pada Misi Psyche
Pengujian DSOC dimulai di Fasilitas Table Mountain JPL, sebuah bukit di luar Los Angeles, California. Para insinyur mengaktifkan suar uplink, yaitu laser inframerah dekat yang diarahkan ke arah Psyche. Sekitar 50 detik kemudian, pemancar di Psyche menerima laser dan mengirimkan kembali sinyal laser tersebut ke Observatorium Palomar, dekat San Diego.
Proses ini membutuhkan tingkat presisi yang sangat tinggi dalam bidang astronomi serta sistem panduan otomatis untuk membantu mengarahkan laser pada Psyche itu sendiri.
Jika uji coba ini berhasil, manfaatnya akan sangat besar. Hal ini dikarenakan sinar laser memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada gelombang radio. Dengan menggunakan sinar optik, misi luar angkasa dapat mengirimkan informasi 10 hingga 100 kali lebih banyak dalam satu periode waktu dibandingkan dengan menggunakan gelombang radio seperti yang dilakukan saat ini.
Tanggal 14 November menandai langkah awal yang disebut sebagai “cahaya pertama” bagi DSOC. Para insinyur akan terus menguji sistem ini selama perjalanan Psyche menuju asteroid yang bernama sama dengan tujuan di sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter.
Psyche diharapkan mencapai asteroid tersebut pada tahun 2029 dan akan menghabiskan waktu 29 bulan untuk mengamati sepasang asteroid yang merupakan dunia logam yang sangat unik.
Salah satu tujuan utama dari misi ini adalah untuk mempelajari inti Bumi yang diduga memiliki komposisi logam yang kuat, mirip dengan asteroid yang bernama sama dengan misi ini, 16-Psyche.
NASA Sukses Tangkap Sinyal Laser dari Pesawat Antariksa Psyche di Jarak 16 Juta Kilometer dari Bumi
Uji coba ini menandai awal dari serangkaian langkah yang lebih jauh. NASA akan terus menguji DSOC saat perjalanan Psyche menuju asteroid yang diharapkan tiba pada tahun 2029. Misi ini menjadi langkah penting dalam upaya memahami asteroid logam unik, mirip dengan asteroid yang diberi nama 16-Psyche, yang diyakini memiliki kesamaan dengan inti logam Bumi.