Pneumonia bisa disebabkan oleh bakteri, virus, dan jamur. Tingkat keparahan pneumonia dapat bervariasi dari ringan hingga mengancam jiwa.
Penyakit ini paling serius terjadi pada bayi dan anak kecil, orang berusia di atas 65 tahun, dan orang dengan masalah kesehatan atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Dari segi karakteristik, kondisi pasien yang terinfeksi pneumonia akibat bakteri mycoplasma cenderung lebih ringan dibandingkan pneumonia biasa.
Dokter spesialis anak di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Nastiti Kaswandani, menyatakan bahwa penyakit pneumonia yang umumnya disebabkan oleh bakteri pneumokokus memiliki gejala yang muncul secara tiba-tiba, berbeda dengan mycoplasma pneumonia yang kadang-kadang tidak disadari.
Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum
Dia menjelaskan bahwa saat terinfeksi pneumonia biasa atau tipikal, gejalanya melibatkan batuk dan sesak napas yang memerlukan rawat inap serta bantuan oksigen. Hal ini berbeda dengan pneumonia akibat bakteri mycoplasma.
“Gejala sesaknya sangat jarang dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya. Oleh karena itu, perawatan di rumah sakit juga sangat jarang dan tingkat kematian juga lebih rendah,” ungkap Nastiti menjelaskan perbedaan antara pneumonia biasa dan pneumonia akibat infeksi bakteri mycoplasma.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!
Membedah Perbedaan Pneumonia Biasa dan Mycoplasma: Penyakit yang Tak Asing di Indonesia
Dalam menghadapi tantangan pneumonia, pemahaman akan perbedaan ini menjadi kunci untuk penanganan yang tepat. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan kesadaran masyarakat terhadap gejala pneumonia perlu ditingkatkan, terutama di kalangan anak-anak dan kelompok rentan lainnya.












