MEMO,Kupang: Dewan Pers bersama KPU dan Bawaslu Provinsi NTT menyajikan panduan berharga bagi para jurnalis dalam Workshop Peliputan Pemilu 2024 di Kota Kupang.
Dalam acara ini, M Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers, menggarisbawahi pentingnya pemberitaan akurat dan netral untuk memastikan informasi yang tepat dan tidak berpihak kepada salah satu pihak.
Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi
Workshop Peliputan Pemilu 2024: Dewan Pers, KPU, dan Bawaslu Berkolaborasi
Dewan Pers bekerjasama dengan KPU dan Bawaslu Provinsi NTT mengadakan sebuah acara Workshop Peliputan Pemilu 2024 untuk para jurnalis di Kota Kupang.
Materi dalam Workshop Peliputan Pemilu 2024 yang berjudul “Panduan Meliput Pemilu” disampaikan oleh M Agung Dharmajaya, Wakil Ketua Dewan Pers.
Dewan Pers Edukasi Jurnalis untuk Berita Pemilu Akurat dan Netral
Beliau mengungkapkan bahwa peran pers adalah untuk kepentingan publik, oleh karena itu edukasi sangat penting, terutama dalam konteks pemberitaan terkait pemilu. Tujuannya adalah agar berita yang dihasilkan akurat dan tidak memihak.
“Sebagai jurnalis, kita harus menghasilkan berita yang bukan hanya kata-kata semata, bukan hanya perasaan, bukan hanya sekadar tampilan.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Misalnya, jika saya menerima informasi tentang tsunami di Papua, itu hanyalah informasi mentah. Tugas jurnalis adalah menyelidiki dan mengklarifikasi informasi tersebut sebelum menjadi berita. Semua harus jelas,” ungkap M Agung Dharmajaya pada Kamis, 13 Juli 2023, di Hotel Aston Kupang.
Beliau juga menegaskan agar jurnalis tidak menciptakan berita yang satu warna, yang artinya berita tersebut tidak netral dan cenderung memihak pada suatu pihak, terutama dalam pemberitaan terkait pemilihan umum.
“Maksud saya, bapak dan ibu mungkin memiliki preferensi terhadap suatu partai politik, itu sah-sah saja.
Namun, jangan sampai preferensi tersebut mempengaruhi isi berita yang dihasilkan. Jika setiap hari berita memiliki warna yang sama, maka apakah ada ruang bagi variasi dalam berita?” tegasnya.
Dari pihak Bawaslu Provinsi NTT, James Welem Ratu, salah satu anggotanya, menambahkan harapannya bahwa para jurnalis dapat membantu mendidik masyarakat tentang pentingnya hak suara dan juga mencegah praktik politik uang.
“Kami tidak dapat mengandalkan sumber daya manusia internal saja dalam penyelenggaraan pemilu. Itulah mengapa kami membutuhkan media untuk menyebarkan informasi. Sampai saat ini, kami belum menemukan tanda-tanda kecurangan atau kerugian yang signifikan,” kata James Welem Ratu.
Acara Workshop Peliputan Pemilu ini berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak, online, maupun elektronik, di Kota Kupang.
Acara ini dihadiri oleh beberapa tokoh, termasuk Wakil Ketua Dewan Pers M Agung Dharmajaya, Ketua KPU Provinsi NTT Thomas Dohu, anggota Bawaslu Provinsi NTT James Welem Ratu, dan Drs. Godlief Richard Poyk dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTT.
Melalui acara ini, Dewan Pers berharap pengetahuan dan teknik-teknik dalam meliput pemilu yang telah dibahas bersama dapat menjadi panduan bagi jurnalis dalam melaporkan perhelatan demokrasi ini.
Para jurnalis juga diingatkan untuk mematuhi Kode Etik Jurnalistik yang berlaku sebagai bagian integral dari aturan profesi mereka.
Menggapai Keberhasilan dalam Peliputan Pemilu: Kode Etik Jurnalistik sebagai Pedoman
Dalam acara Workshop Peliputan Pemilu 2024, kerjasama antara Dewan Pers, KPU, dan Bawaslu Provinsi NTT membuktikan komitmen mereka dalam mendukung jurnalis untuk memberikan pemberitaan yang berkualitas saat menjelang Pemilu.
Dengan fokus pada akurasi dan netralitas, jurnalis diingatkan untuk tidak hanya mengandalkan informasi mentah, tetapi juga melakukan investigasi dan klarifikasi yang diperlukan sebelum menghasilkan berita yang informatif dan bermutu.
Selanjutnya, peringatan agar berita tidak berpihak dengan satu warna menggarisbawahi pentingnya objektivitas dalam pemberitaan politik.
Jurnalis diharapkan memiliki preferensi pribadi, tetapi tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam melaporkan informasi kepada publik. Ini adalah langkah penting dalam memastikan pemberitaan yang seimbang dan jujur.
Pentingnya peran media dalam edukasi masyarakat tentang hak suara dan pencegahan politik uang juga ditekankan. Hal ini menunjukkan bahwa media memegang peran strategis dalam menyebarkan informasi yang dapat membantu masyarakat membuat keputusan yang cerdas dan berdasarkan fakta dalam pemilihan umum.
Dengan panduan dan pandangan yang diberikan dalam Workshop Peliputan Pemilu, diharapkan bahwa jurnalis akan semakin mampu menghasilkan berita yang berkualitas, akurat, dan berimbang, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik yang akan membantu menjaga integritas profesi jurnalis dalam melaporkan peristiwa politik penting seperti Pemilu.












