“Sebagai panglima TNI, saya turut berduka cita atas kehilangan para prajurit terbaik kita dan kami akan memenuhi kewajiban serta hak mereka,” ungkapnya.
Sebelumnya, pada hari Sabtu (25/11) yang lalu, terjadi baku tembak antara Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa dengan KKB di Nduga. Saat itu, empat prajurit tewas dalam insiden tersebut.
Kemudian, pada Kamis (30/11) kemarin, terjadi baku tembak antara personel TNI dari Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua Pegunungan. Dalam kejadian ini, dua prajurit TNI meninggal dunia.
“Ya, benar,” ungkap Kolonel Infantri Hendhi Yustian, Kepala Penerangan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad), melalui pesan singkat.
Penekanan Panglima TNI terhadap Penggunaan Smart Power dalam Menangani Konflik Papua dan Belasungkawa atas Kehilangan Prajurit
Dalam serangkaian konflik di Papua, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menegaskan pentingnya pendekatan smart power dengan memberikan prioritas pada langkah-langkah kelembutan sebelum mempertimbangkan tindakan keras sebagai upaya terakhir.
Meski demikian, dengan serangkaian serangan yang terus berlanjut dari KKB, pilihan untuk menggunakan hard power menjadi suatu keharusan. Beliau juga mengekspresikan duka cita mendalam atas kehilangan prajurit terbaik dalam kontak tembak dengan KKB, menggarisbawahi komitmen untuk memenuhi kewajiban serta hak mereka.