Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, berkomitmen kuat untuk mencapai target investasi sebesar Rp1.400 triliun dalam tahun ini, dengan keyakinan bahwa hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di atas lima persen.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Namun, realisasi investasi yang mencapai Rp1.207,2 triliun selama tahun 2022 telah mengukuhkan keberhasilan langkah-langkahnya. Mari kita telaah perjalanan menuju pencapaian ini melalui kesimpulan artikel ini.
Bahlil Lahadalia: Komitmen Menteri Investasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Hebat
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa target investasi sebesar Rp1.400 triliun pada tahun ini akan berhasil dicapai. Menurutnya, dengan jumlah investasi sebesar ini, ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh lebih dari lima persen.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Harus dicatat bahwa target investasi ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp1.200 triliun.
Bahlil menyampaikan komitmennya ini dalam sebuah kuliah umum di Universitas Sebelas Maret, pada Selasa (22/8). Dia menjelaskan, “Saat ini, Presiden meminta saya untuk meningkatkan target investasi hingga mencapai Rp1.400 triliun. Saya dengan tulus berjanji kepada semua pihak bahwa InsyaAllah investasi kita akan mencapai Rp1.400 triliun demi pertumbuhan ekonomi yang melampaui angka lima persen.”
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April
Sebelumnya, Kementerian Investasi telah mencatat bahwa realisasi investasi mencapai Rp1.207,2 triliun sepanjang tahun 2022, melebihi target yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebesar Rp1.200 triliun.
Realisasi Investasi yang Mengejutkan: Rp1.207,2 Triliun dalam Setahun
Bahlil juga menunjukkan bahwa realisasi investasi selama periode Januari hingga Desember 2022 mengalami peningkatan sebanyak 34 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Dia menyatakan, “Peningkatan investasi sebesar ini adalah salah satu yang terbesar dalam sejarah Republik Indonesia, yaitu sebesar 34 persen.”












