MEMO – PT Pupuk Indonesia terus memperkuat perannya sebagai produsen pupuk nasional untuk mendukung swasembada pangan melalui serangkaian inovasi teknologi dan peningkatan kapasitas produksi.
Dari awal tahun 2025 hingga saat ini, perusahaan telah mencatat berbagai pencapaian penting, mulai dari digitalisasi layanan, distribusi pupuk bersubsidi yang lebih efisien, hingga revitalisasi pabrik pupuk guna memastikan pasokan pupuk nasional tetap terpenuhi.
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa tahun lalu merupakan periode penuh pencapaian besar bagi industri pupuk nasional.
“Kami yakin dengan kerja keras, pemanfaatan teknologi, dan peningkatan produksi, Pupuk Indonesia dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujar Rahmad dalam kunjungannya ke pabrik Pusri III-B di Palembang, Kamis (13/2/2025).
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Rahmad juga mengungkapkan bahwa saat ini kapasitas produksi pupuk nasional telah mencapai 14,6 juta ton, menjadikan Pupuk Indonesia sebagai produsen pupuk berbasis nitrogen terbesar di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika Utara.
Untuk mempertahankan pencapaian ini, perusahaan terus melakukan berbagai inisiatif strategis, seperti:
Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan
Meningkatkan kapasitas produksi pabrik-pabrik pupuk nasional
Menerapkan inovasi bisnis berbasis teknologi hijau
Mengembangkan pupuk ramah lingkungan untuk mendukung keberlanjutan pertanian
Sebagai bagian dari strategi penguatan industri pupuk nasional, Pupuk Indonesia tengah menggarap sejumlah proyek strategis, di antaranya:
Pembangunan pabrik NPK Pupuk Iskandar Muda (PIM)
Pabrik NPK Phonska V Pupuk Petrokimia Gresik (PKG)
Revitalisasi pabrik III-B PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri)
“Kami berkomitmen meningkatkan efisiensi produksi dan menerapkan inovasi hijau sebagai strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” tegas Rahmad.












