Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
NGANJUK

Puguh Hernanto : Pawai Boyong Hambangun Projo Sarana Edukasi Sejarah Untuk Generasi Melinial

Mulyadi Memo
×

Puguh Hernanto : Pawai Boyong Hambangun Projo Sarana Edukasi Sejarah Untuk Generasi Melinial

Sebarkan artikel ini

“Dulu sebelum tahun 1830 wilayah yang sekarang jadi Kabupaten Nganjuk ini, pernah terbagi menjadi empat kadipaten, yaitu Kadipaten Berbek, Pace, Nganjuk, dan Kertosono. Setelah itu keempatnya melebur menjadi satu menjadi Kabupaten Berbek,” ujar Puguh Hernanto.

Baca Juga: Tugu Ikonik Pecel Kertosono Terlantar, Aktifis Desak Dinas LH Turun Tangan

Ditanya harapan, Puguh Hernanto berpesan kepada para tenaga pendidik untuk memberikan dan mentransfer informasi kepada anak didiknya seputar sejarah daerah.

” Tidak hanya mengexplore sejarah budaya boyong Projo saja, namun sejarah lainya di Kabupaten Nganjuk mohon untuk diinformasikan ke peserta didik,” paparnya.

Baca Juga: Dari Pritil Brambang Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal

Masih kata Puguh Hernanto, tidak hanya sebatas membaca sejarah saja, namun bagaimana para anak didik bisa tahu persis bukti bukti sejarahnya.

Baca Juga: SDP : Pancasila Lahir Tanpa Akhir , Bukan Sekedar Ideologi Tapi Nafas Bangsa Yang Wajib Dijaga

Seperti dua pusaka yang diboyong dari Brebek ke pendopo kabupaten , serta bangunan bekas pusat pemerintahan kabupaten yang waktu itu ada di Brebek dimohon para guru bisa mendampingi para anak didik mengenalkan perjalanan sejarah Nganjuk.

” Dengan agenda tahunan ini semoga tetap terjaga sampai kapanpun ,karena ini bagian dari bukti perjuangan para tokoh birokrasi terdahulu dalam rangka menata roda pemerintahan yang bisa dinikmati masyarakat sampai sekarang,” pungkasnya. ( Adi )