Example floating
Example floating
Infobis

Program Urun Dana, Solusi Pembiayaan Permodalan UMKM

A. Daroini
×

Program Urun Dana, Solusi Pembiayaan Permodalan UMKM

Sebarkan artikel ini

Surabaya, Memo

Program urun dana, yang lebih dikenal crowdfunding dan fund raising, menjadi solusi pebiayaan pelaku umkm Indonesia. UMKM sebagai pilar perekenomian yang tahan terhadap situasi apapun, termasuk pandemi berkepajangan ini.

Baca Juga: Terungkap! Akses Pembiayaan LKM Menyusut, UMKM Mikro Terjepit

Seminar yang dilaksanakan secara webinar, mengambil tema ‘Crowdfunding dan Fund Raising’ atau program urun dana, digelar DFPD AMPI Jatim bekerjasama dengan OJK regioal 4.

Sejumlah pakar ekonomi tampak hadir dalam seminar tersebut, seperti Moh. Eka G. Sukmana (Deputi Direktur Pengawasan LJK 4 dan Perizinan di OJK Regional IV Jawa Timur), Saidu Solihin (Praktisi Crowdfunding), Iwan Soelasno (Founder Desapedia.id) dan Royas Amri Bestian (Sign Design Communications/SDC).

Baca Juga: Breaking News! Tol Tanpa Sentuh MLFF: Apa Kabar Pertemuan Kritisnya?

Crowdfunding Menjadi Model bagi Proses Penghimpunan Dana bagi UMKM

Ketua Dewan Pembina AMPI Jatim, M Sarmuji mengatakan, crowdfunding sebenarnya telah berjalan, meski belum masif. Untuk jangka panjang, crowdfunding akan menjadi model bagi proses penghimpunan dana bagi UMKM.

Menurutnya, UMKM yang berhutang di bank bisa memanfaatkan model crowdfunding terutama equity crowdfunding (ECF) atau fintech urun dana. Ada pula crowdfunding tipe suku bunga dan obligasi yang disebut sebagai security crowdfunding (SCF).

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

“Kalau deposit paling sekarang 2,5 persen sampai 3 persen per tahun. Jika dibandingkan dengan inflasinya saja, itu sudah mirip-mirip sekali. Artinya uang itu nganggur dan mandeg (berhenti),” ujar Sarmuji, Sabtu (3/7/2021).

Pelaku UMKM Rata raa Masalahnya Terkendala Permodalan

Ketua Partai Golkar Jatim itu menambahkan, UMKM di Indonesia sebenarnya memiliki banyak varian dengan kualitas bagus yang rata-rata selama ini masih terhambat dengan permodalan. Akibatnya, geliat industri menjadi terhambat.

“Misal UMKM yang bisa ekspor, itu sebenarnya produknya banyak yang berkualitas,” ujar Sarmuji.

Sarmuji yang juga anggota Komisi XI DPR RI itu mengakui, memang pengguna crowdfunding belum banyak. Karena OJK baru mulai membuka izin bagi lembaga penyedia crowdfunding sekitar satu tahun terakhir.

Ini, Alternatif Pendanaan Model Baru

Namun sebagai model pendanaan baru, dia meyakini bahwa crowdfunding bisa menjadi alternatif di samping mencari modal dari perbankan. Maka, melalui sosialisasi, masyarakat sudah mulai familiar dengan crowdfunding.