Tahun 2026 ini memiliki makna historis tersendiri karena bertepatan dengan perayaan 50 tahun jalinan diplomasi antara Jakarta dan Abu Dhabi. Dalam kurun waktu lima dekade, hubungan kedua bangsa telah bertransformasi dari sekadar hubungan diplomatik biasa menjadi kemitraan strategis yang sangat dinamis.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa fondasi kokoh yang telah dibangun selama setengah abad ini harus menjadi pijakan untuk kolaborasi yang lebih berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat di kedua negara.
Setelah melakukan diskusi dalam format expanded meeting bersama delegasi masing-masing, momen kebersamaan berlanjut ke meja makan dalam agenda iftar atau buka puasa bersama.
Di sela-sela ibadah Ramadan tersebut, kedua pemimpin juga melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah, mempertebal nuansa persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah) yang selama ini menjadi jalinan emosional antara Indonesia dan PEA.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi pembicaraan empat mata atau tête-à-tête antara Presiden Prabowo dan MBZ. Dalam ruang privat tersebut, keduanya diyakini membahas langkah-langkah konkret untuk merealisasikan komitmen investasi yang telah dibicarakan sebelumnya.
Dialog terbuka ini mencerminkan tingginya rasa saling percaya (mutual trust) antara kedua kepala negara, yang diprediksi akan mempercepat realisasi berbagai proyek strategis nasional yang melibatkan pendanaan dari Uni Emirat Arab di masa mendatang.












