- Kunjungan kerja ke Abu Dhabi menjadi momentum 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia-PEA.
- Pertemuan bilateral di Istana Qasr Al Bahr fokus pada penguatan ekonomi dan investasi energi.
- Presiden Prabowo dan MBZ mengadakan pembicaraan empat mata setelah momen buka puasa bersama.
Kerja Sama Bilateral Indonesia PEA Masuki Babak Baru Kemitraan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan pertemuan diplomatik tingkat tinggi dengan Presiden Persatuan Emirat Arab (PEA), Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi. Pertemuan yang berlangsung di tengah suasana Ramadan ini tidak hanya menjadi simbol kedekatan personal antara kedua pemimpin, tetapi juga menandai tonggak sejarah setengah abad hubungan bilateral kedua negara.
Fokus utama dalam dialog ini adalah akselerasi investasi strategis, khususnya pada sektor energi dan pengembangan industri pertahanan guna memperkokoh kedaulatan ekonomi nasional.
Baca Juga: Kades Semen Pagu Akui Setor 168 Juta Seleksi Perangkat, Demi Jabatan Sang Anak
Diplomasi Indonesia di Timur Tengah semakin menunjukkan taringnya melalui kunjungan kerja strategis Presiden Prabowo Subianto ke Uni Emirat Arab. Bertempat di lingkungan asri Istana Qasr Al Bahr yang ikonik, Prabowo disambut hangat oleh Presiden MBZ.
Suasana pertemuan terasa sangat cair dan akrab, di mana kedua pemimpin berdialog di taman terbuka istana di bawah sinar senja Abu Dhabi, menciptakan impresi hubungan yang lebih dari sekadar urusan formalitas kenegaraan.
Agenda utama pertemuan ini adalah pembahasan mendalam mengenai penguatan kemitraan ekonomi masa depan. Sebagai negara dengan potensi energi yang besar, Indonesia terus berupaya menarik minat investor global untuk mengembangkan proyek energi terbarukan dan infrastruktur strategis.
Kehadiran Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa dalam delegasi Indonesia menunjukkan sinyal kuat bahwa kerja sama yang dibidik mencakup kemandirian energi dan penguatan teknologi pertahanan.
Tahun 2026 ini memiliki makna historis tersendiri karena bertepatan dengan perayaan 50 tahun jalinan diplomasi antara Jakarta dan Abu Dhabi. Dalam kurun waktu lima dekade, hubungan kedua bangsa telah bertransformasi dari sekadar hubungan diplomatik biasa menjadi kemitraan strategis yang sangat dinamis.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa fondasi kokoh yang telah dibangun selama setengah abad ini harus menjadi pijakan untuk kolaborasi yang lebih berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat di kedua negara.
Setelah melakukan diskusi dalam format expanded meeting bersama delegasi masing-masing, momen kebersamaan berlanjut ke meja makan dalam agenda iftar atau buka puasa bersama.
Di sela-sela ibadah Ramadan tersebut, kedua pemimpin juga melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah, mempertebal nuansa persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah) yang selama ini menjadi jalinan emosional antara Indonesia dan PEA.
Kunjungan ini diakhiri dengan sesi pembicaraan empat mata atau tête-à-tête antara Presiden Prabowo dan MBZ. Dalam ruang privat tersebut, keduanya diyakini membahas langkah-langkah konkret untuk merealisasikan komitmen investasi yang telah dibicarakan sebelumnya.
Dialog terbuka ini mencerminkan tingginya rasa saling percaya (mutual trust) antara kedua kepala negara, yang diprediksi akan mempercepat realisasi berbagai proyek strategis nasional yang melibatkan pendanaan dari Uni Emirat Arab di masa mendatang.












