Presiden Jokowi mengungkapkan pesan ‘rahasia’ dari Bank Dunia, OECD, dan IMF mengenai masa depan Indonesia. Dalam era digital yang semakin berkembang, Indonesia memiliki peluang besar untuk melompat menjadi negara besar, namun juga harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam rutinitas monoton. Pesan ini memanggil semua abdi negara untuk berubah dan beradaptasi.
Pesan Penting IMF dan Bank Dunia untuk Indonesia di Era Digital
Presiden Jokowi mengungkapkan pesan ‘rahasia’ yang disampaikan oleh Bank Dunia, OECD, dan IMF kepadanya dalam waktu yang belum lama ini. Menurutnya, lembaga-lembaga internasional tersebut sebenarnya melihat Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang maju.
Namun, Presiden Jokowi juga menyampaikan peringatan yang diberikan oleh lembaga-lembaga tersebut. Mereka mengingatkan bahwa meskipun Indonesia memiliki peluang besar untuk maju, tetapi jika pengelolaannya salah dan terjebak dalam rutinitas yang monoton, maka negara ini bisa terperangkap dalam kategori negara berpendapatan menengah seperti banyak negara di Amerika Latin.
Presiden Jokowi sangat berharap agar peringatan dari IMF, Bank Dunia, dan organisasi lainnya tidak menjadi kenyataan. Oleh karena itu, ia meminta agar para pegawai negeri sipil (PNS) dan abdi negara lainnya untuk melakukan perubahan.
Ia berharap agar para abdi negara tidak hanya menjalankan tugasnya dengan monoton, melainkan juga mampu berinovasi dan beradaptasi dengan segala jenis perubahan, terutama di era digital seperti sekarang ini.
Potensi Indonesia: Melompat ke Panggung Dunia dengan Cermat
Presiden Jokowi juga menekankan bahwa para abdi negara harus membuka diri terhadap digitalisasi dan teknologi. Karena, tidak peduli seberapa kerasnya kita menolak, kenyataannya adalah bahwa kita tidak bisa menghindari perkembangan ini.
“Jangan hanya terpaku pada rutinitas, kita harus menjadi inovatif dan adaptif terhadap perubahan,” kata Presiden Jokowi.
Ia menyatakan harapannya terhadap para abdi negara ini karena jumlah anggota Korpri, yang mencapai 4,4 juta orang saat ini, merupakan jumlah yang sangat besar. Menurutnya, jumlah PNS yang besar ini juga dapat menjadi kekuatan yang menentukan bagi kemajuan bangsa.
Presiden Jokowi menegaskan bahwa meskipun partai politik mungkin memiliki peran yang besar, namun yang benar-benar menjalankan roda pemerintahan adalah Korpri. Oleh karena itu, Korpri seperti mesin dalam kendaraan birokrasi ini.
Transformasi Abdi Negara dalam Era Digital: Pesan Penting dari Presiden Jokowi
Korpri, dengan anggotanya yang mencapai 4,4 juta orang, memiliki peran sentral dalam mendorong transformasi ini. Meskipun partai politik mungkin berperan penting, Korpri adalah mesin di dalam birokrasi kita. Oleh karena itu, pesan Presiden Jokowi adalah panggilan bagi semua abdi negara untuk bersama-sama membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












