Magetan, Memo
Guna menumbuhkan semangat ekonomi kreatif, Polres Magetan menggelar pelatihan barista bagi para Polisi Wanita (Polwan) dan anggota Bhayangkari, Jumat (8/8/2025). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pesat Gatra itu merupakan bagian dari upaya pemberdayaan perempuan dalam mendukung potensi lokal.
Acara ini diprakarsai Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Magetan dan diikuti puluhan peserta. Hadir dalam pelatihan, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Pejabat Utama Polres, serta Ketua Bhayangkari Cabang Magetan.
Para peserta dibekali materi teori dan praktik langsung seputar kopi. Mulai dari pengenalan jenis-jenis kopi, teknik penyeduhan, hingga cara penyajian yang menarik. Narasumber berasal dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan serta barista lokal bersertifikat.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
“Pelatihan ini kami tujukan agar Polwan dan Bhayangkari memiliki keterampilan baru yang bisa dikembangkan, sekaligus menjadi bagian dari promosi kopi asli Magetan,” terang AKBP Erik.
Menurutnya, dengan teknik penyajian yang tepat, kualitas dan kekhasan kopi Magetan bisa makin dikenal, bahkan berdaya saing di luar daerah. Ia menegaskan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formal, tapi bentuk nyata mendukung ekonomi berbasis potensi lokal.
Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto atau yang akrab disapa Bang Yos, turut hadir memberikan apresiasi. Ia menyebut sinergi antara kepolisian dan dinas pariwisata ini merupakan langkah strategis memperluas jangkauan kopi daerah.
“Keterampilan meracik kopi bisa menjadi jalan membuka usaha baru. Apalagi kopi Magetan punya rasa khas yang bisa jadi daya tarik tersendiri,” ujar Bang Yos.
Pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para peserta terlihat antusias saat mencoba langsung membuat kopi dengan teknik “disruput” – metode mengecap rasa secara maksimal. Momen ini menjadi puncak semangat dalam sesi praktik.
Diharapkan, lewat pelatihan ini, Polwan dan Bhayangkari tak hanya punya keterampilan tambahan, tapi juga turut berperan sebagai duta kopi lokal yang mengenalkan cita rasa khas Magetan ke masyarakat luas.












