Example floating
Example floating
Peristiwa

Polres Sumenep bentuk tim khusus selidiki kasus penembakan begal

A. Daroini
×

Polres Sumenep bentuk tim khusus selidiki kasus penembakan begal

Sebarkan artikel ini
Polres Sumenep bentuk tim khusus selidiki kasus penembakan begal
Aparat Polres Sumenep membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus penembakan pelaku begal sepeda motor hingga tewas oleh lima anggota polisi pada 13 Maret 2022.”Kami telah membentuk tim khusus. Tim ini bertugas melakukan investigasi terkait kasus penembakan anggota kami terhadap terduga pelaku begal sepeda motor hingga yang bersangkutan tewas,” kata Kapolres AKBP Rahman Wijaya, di Sumenep, Jawa Timur menanggapi protes massa pengunjuk rasa di Mapolres Sumenep, Jumat.

Puluhan orang yang mengatasnamakan diri Pemuda Penegak Hukum (PPH) Sumenep, Jumat pagi, berunjuk rasa menuntut institusi itu mengusut tuntas kasus penembakan pelaku begal sepeda motor hingga mati.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Menurut korlap aksi Fathor Rosi, penembakan pelaku begal sepeda motor hingga tewas melanggar ketentuan dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Seharusnya dilumpuhkan saja, bukan ditembak mati. Karena itu, kami mendesak agar personel polisi yang melakukan penembakan diberi sanksi,” katanya.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Fathor dan para pengunjuk rasa lain menilai, penembakan pelaku begal oleh lima anggota polisi itu, sudah melanggar prosedur, apalagi telah ditemukan ada enam peluru yang bersarang di tubuh korban.

“Sangat tidak masuk akal jika alasannya untuk melumpuhkan, tapi jumlah tembakan yang dilepas sebanyak enam kali,” katanya pula.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga