“Untuk menghadapi gelombang ketiga ini, kami sudah pengalaman yang dulu itu. Namun, semua sama-sama belajar mengantisipasinya,” katanya di Kediri, Rabu.
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan
Ia mengatakan saat ini COVID-19 varian Omicron memang sudah masuk Indonesia. Pihaknya dengan seluruh pemangku kebijakan koordinasi guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut, terutama masuk ke Kota Kediri.
Beberapa langkah yang dilakukan adalah lebih mengaktifkan petugas satuan tugas di kelurahan, menyiapkan tempat isolasi terpusat hingga disediakan ambulans.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Di tempat isolasi terpusat diharapkan untuk merawat pasien dengan gejala ringan sedangkan yang berat di rumah sakit, sedangkan yang ringan di tempat isolasi terpusat.
Ia pun sudah meminta anggota untuk siaga, termasuk jika nantinya Omicron masuk ke Kota Kediri. Seluruh TNI/Polri hingga pemkot juga saling sinergi dalam perawatan pasien ke depannya.
Walaupun saat ini ruang perawatan bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 sudah disiapkan, Kapolres tidak berharap nantinya ruangan itu benar-benar digunakan. Ia berharap agar Kota Kediri tetap di level satu, sehingga semua aktivitas bisa berlangsung dengan tertib dan lancar, seperti sosial, ekonomi termasuk pendidikan.
“Mudah-mudahan isolasi terpusat tidak terpakai, apalagi di rumah sakit. Mudah-mudahan gelombang ketiga tidak ada. Indonesia ini kekuatannya adalah doa, banyak Muslim, Nasrani, Hindu, Budha, semua agama berdoa supaya dilindungi dari wabah ini,” kata dia.












