“Politik ada titik temu, awalnya tentu sepakat, karena maksudnya ingin konsolidasi menang. Ada dua tahapan yang beramai-ramai ini baru tahapan mencalonkan siapa calonnya kemudian tahapan selanjutnya sesudah ada calon yang mana menang,” terang Jazilul.
Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan, pembangunan konsolidasi masih cair. Hingga, ada banyak peluang beberapa calon yang akan bertanding mengganti ketetapannya dekati Pemilu 2024.
Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta
“Ini masih aktif itu perubahannya demikian calon ada apa calon-calon ini selanjutnya berbeda? Dapat saja berbeda itu umumnya mepet-mepet Pemilu,” sambungnya.
Tetapi, dia kembali memperjelas status PKB sampai sekarang ini masih tetap mengangkat Cak Imin sebagai calon presiden 2024. Walau harus ikhlas bersepakat jika sudah bergabung dalam konsolidasi.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
“Yang mana terima, itu yang lebih gampang komunikasi. Nach tapi karena sepakat ya kita membuka beberapa opsi, terhitung dengan Gerindra,” sebut Jazilul.
“Amanat Kongresnya kan demikian amanat dari barisan PKB kan calon presiden, Jika andaikan terima wakil presiden itu hasil sepakat itu, hasil perbincangan,” ujar ia.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan












