Sebuah narasi pilu menyentuh relung hati publik Malaysia pada pertengahan bulan Mei 2025. Bukan kisah duka sesama manusia, melainkan episode tragis yang menimpa seekor mamalia muda, tepatnya seekor anak gajah berusia setengah dekade.
Sebuah video menghantam linimasa media sosial, merekam adegan memilukan tatkala seekor anak gajah menemui ajal setelah dihantam dan tergilas oleh sebuah kendaraan niaga berukuran besar, sebuah truk. Pemandangan yang paling mengusik emosi adalah eksistensi induk sang anak gajah, yang bergeming di sisi jasad buah hatinya, sesekali mengarahkan pandangan penuh duka ke tubuh mungil di bawah kolong kendaraan berat itu.
Baca Juga: Update Terbaru Korban Mati Akibat Bencana Alam Sumatra Mencapai, 1178 Jiwa
Merujuk laporan dari platform berita The Strait Times edisi Senin (12/5/2025), kecelakaan fatal yang merenggut nyawa anak gajah malang tersebut terjadi pada tanggal 11 Mei 2025, sekitar pukul dua dini hari waktu setempat di sepanjang arteri utama Jalan Raya Timur-Barat Perak, Malaysia.
Kendaraan komersial roda banyak yang menjadi penyebab utama insiden tragis ini adalah sebuah truk besar yang mengangkut komoditas unggas, ayam. Dari visual rekaman yang beredar, tampak jelas deformasi pada bagian muka truk, indikasi benturan keras dengan fisik anak gajah.
Baca Juga: Perjuangan Prajurit TNI Tembus Medan Ekstrem Demi Salurkan Listrik ke Desa Terisolir Aceh
Suasana mengharukan mencapai puncaknya ketika induk gajah berdiri tegak di sisi ruang kemudi truk, persis di dekat moncong kendaraan. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa rekaman video tersebut diabadikan oleh seorang pengguna jalan roda empat yang kebetulan melintasi truk pengangkut ayam tersebut.
Tersembunyi di bawah struktur badan truk, terbaring tak bernyawa jasad anak gajah yang malang. Setelah impak tabrakan awal, tubuh rentannya juga sempat terlindas oleh beratnya tonase truk.
Baca Juga: Waspada Kenaikan Kasus Flu Subklad K Kini Mulai Terdeteksi Masuk Wilayah Indonesia
“Seekor individu gajah jantan, diperkirakan berusia lima tahun, menemui akhir hayatnya setelah diyakini kuat tertumbuk kendaraan berat saat berupaya melintasi jalur lalu lintas,” demikian pernyataan resmi dari Direktur Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional Perak, Yusoff Shariff.
Yusoff menambahkan bahwa instansinya telah sigap menerjunkan tim khusus menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pemantauan intensif dan penangkapan induk gajah yang menunjukkan gestur kehilangan mendalam di dekat jenazah anaknya.












