Example floating
Example floating
UMKM

Pewirausaha Indonesia masih Rendah, Teten Masduki Garap Millenial

Avatar
×

Pewirausaha Indonesia masih Rendah, Teten Masduki Garap Millenial

Sebarkan artikel ini
Pewirausaha Indonesia masih Rendah, Teten Masduki Garap Millenial
Pewirausaha Indonesia masih Rendah, Teten Masduki Garap Millenial

Jakarta, Memo|

Jumlah pewirausaha Indonesia masih rendah. Dibanding negara Malaysia, masih kalah. Apalagi jika dibandingkan dengan Thailan dan Singapura. Masih sangat rendah dan terpaut jauh. Karena itulah, Menteri Koperasi dan UKM berharap agar para millenial meamasuki dunia wirausaha.

Baca Juga: Jeritan Pedagang Kecil: Syarat KPR Terlalu Tinggi

Kalangan mileenial, menurut Teten Masduki, bisa dihartapkan menjadi kekuatan baru eknomi Indonesia. Meskipun selama ini masih kalah dengan negara Malaysia, Indonesai harus banyak belajar dengan negara tersebut. Jumlah penduduk Indonesia lebih besar dibanding negara Malaysia. Jauh lebih besar. Malaysia jumlah penduduknya, di bawah jumlah penduduk di Propinsi Jawa Tengah.

Berwirausaha menjadi pilihan strategis bagi para milenial yang berpotensi sangat baik bagi perekonomian bangsa. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, jumlah wirausaha di Indonesia masih rendah sehingga ada tantangan besar untuk mendorong kewirausahaan di tanah air.

Baca Juga: Langkah Strategis PEPC Entaskan Kemiskinan di Bojonegoro Melalui 3 Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

“Selain tekad kemandirian yang tinggi, milenial juga sangat dinamis. Potensi ini juga kita tangkap dalam rangka meningkatkan rasio kewirausahaan Indonesia yang saat ini baru 3,47% saja relatif rendah dibandingkan Thailand 4,26%, Malaysia 4,74%, dan Singapura 8,76%,” kata Teten di Jakarta, Senin (3/5/2022).

Dia menambahkan, populasi penduduk saat ini sekitar 270 juta jiwa di mana 68,75% masuk dalam usia produktif dengan generasi milenial 69,90 juta jiwa atau 25,87 persen dan Generasi Z 75,49 juta jiwa atau setara dengan 27,94 persen dari populasi.

Baca Juga: KDMP Kota Kediri Masih Belum Maksimal, Banyak Pembangunan Terhambat Birokrasi