-
Prajurit TNI dan tim teknis PLN menempuh perjalanan berat selama tiga hari menuju lokasi bencana.
-
Akses jalan yang terputus total memaksa tim memikul genset berat melewati sungai dan perbukitan.
Baca Juga: Update Terbaru Korban Mati Akibat Bencana Alam Sumatra Mencapai, 1178 Jiwa
-
Kehadiran listrik kini berhasil memulihkan aktivitas warga di Desa Sikundo pascabencana banjir.
Distribusi Genset Aceh Barat Lewati Jalur Perbukitan dan Sungai
Semangat kemanusiaan ditunjukkan oleh puluhan personel TNI yang rela bertaruh tenaga demi memulihkan fasilitas publik di wilayah terpencil.
Baca Juga: Waspada Kenaikan Kasus Flu Subklad K Kini Mulai Terdeteksi Masuk Wilayah Indonesia
Sebanyak 25 prajurit dari Kodim 0105/Aceh Barat dan Yonif 116/Garda Samudera melakukan aksi heroik dengan berjalan kaki selama tiga hari untuk membawa bantuan mesin pembangkit listrik (genset) ke daerah terdampak bencana yang terisolasi.
Aksi ini dilakukan karena akses transportasi darat menuju Desa Sikundo, Kecamatan Pante Cermin, Kabupaten Aceh Barat, mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Baca Juga: Pro Kontra Wacana Pilkada Melalui DPRD, Mahfud MD Ingatkan Pentingnya Kehendak Rakyat
Kondisi geografis yang sulit tidak menyurutkan langkah tim gabungan untuk memastikan warga kembali mendapatkan akses energi listrik yang sempat padam total selama beberapa waktu.
Perjalanan yang dimulai sejak pekan lalu ini bukanlah perkara mudah. Tim harus membawa beban berat berupa tiga unit genset beserta gulungan kabel instalasi listrik secara manual.
Mereka menyusuri tepian sungai yang arusnya masih cukup deras, mendaki empat bukit dengan kemiringan ekstrem, serta menghadapi lintasan jalan yang licin dan berlumpur akibat guyuran hujan yang masih sering turun di lokasi tersebut.
Kurangnya akses komunikasi dan sarana pendukung di tengah hutan membuat koordinasi antarprajurit dan lima orang teknis PLN menjadi kunci keberhasilan misi ini. Setiap langkah diperhitungkan secara cermat agar peralatan mesin yang dipikul tidak mengalami kerusakan sebelum tiba di titik tujuan. Jarak sejauh enam kilometer yang ditempuh selama tiga hari tersebut membuktikan betapa sulitnya menjangkau masyarakat di pelosok Aceh Barat pascabencana.
Setelah perjuangan panjang menembus rintangan alam, rombongan akhirnya tiba di Desa Sikundo. Tanpa membuang waktu, tim langsung melakukan instalasi dan pemasangan perangkat listrik. Sorak sorai dan rasa haru warga pecah saat lampu-lampu di pemukiman mulai menyala kembali pada malam harinya.
Kehadiran listrik ini sangat krusial, tidak hanya untuk penerangan, tetapi juga untuk mendukung operasional dapur umum dan koordinasi pemulihan di tingkat desa.
Sinergi antara TNI dan PLN dalam misi ini merupakan bagian dari instruksi pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital di wilayah bencana.
Kerja keras para prajurit yang berjalan kaki sambil memikul beban berat ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam merespons kesulitan rakyat, bahkan hingga ke titik paling pelosok yang sulit dijangkau kendaraan sekalipun.
Meski pasokan listrik telah kembali normal di Desa Sikundo, upaya pemulihan jalan dan jembatan yang rusak masih terus dikebut oleh pihak terkait. Keberhasilan distribusi energi ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi warga untuk segera bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah diterjang bencana alam.
FAQ
Hal ini dikarenakan akses jalan utama menuju lokasi bencana di Desa Sikundo terputus total akibat longsor dan banjir bandang, sehingga tidak ada kendaraan yang bisa melintas.
Tim gabungan TNI dan PLN membutuhkan waktu selama tiga hari perjalanan untuk menembus medan ekstrem berupa perbukitan dan sungai.
Misi ini melibatkan 25 personel TNI dari Kodim 0105/Aceh Barat dan Yonif 116/Garda Samudera, serta 5 orang teknisi dari pihak PLN.
Selain untuk penerangan, listrik tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas sosial warga, mempermudah koordinasi bantuan, dan membantu proses pemulihan ekonomi desa pascabencana.












