Example floating
Example floating
Infobis

Penjualan BBM Bersubsidi Jenis Pertalite dan Biosolar Pakai Barcode, Per Oktober Dibatalkan

Alfi Fida
×

Penjualan BBM Bersubsidi Jenis Pertalite dan Biosolar Pakai Barcode, Per Oktober Dibatalkan

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Memo
Rencana pemberlakukan pembelian BBM bersubsidi di seluruh SPBU menggunakan teknologi barkode, ditunda. Yang semula per 1 Oktober, dibatalkan sampai menunggu kebijakan pemerintahan baru dibawah Presiden terpilih Prabowo-Gibran.

Meski demikian, kepastian tersebut belum disampaikan oleh pemerintah. Pihak Kementerian ESDM, juga belum memberikan informasi resmi. Melalui Bahlil, sang memteri, ketua umum Partai Golkar tersebut hanya memberikan isyarat tentang kebenaran informasi tersebut.

Baca Juga: Sangat Dinanti Perajin Genting di Lamongan Berharap Kebijakan Gentengisasi Prabowo Hidupkan Industri Lokal yang Hampir Mati Suri

“Feeling saya sih belum akan diterapkan (1 Oktober 202),” ungkap Bahlil di Kementerian ESDM
Bahlil mengatakan, Pemerintah ingin memastikan bahwa ketika kebijakan tersebut diberlakukan, penerapannya bisa mencerminkan keadilan.

Kebijakan memperketat penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, sebelumnya direncanakan untuk membatasi penjualan BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar melalui penggunaan teknologi QR Code atau barcode Pertamina.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Namun, implementasinya akan dibatalkan, dan pemerintah memutuskan untuk menyerahkan pelaksanaan kebijakan ini kepada pemerintahan baru.

Yakni, di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Penundaan ini dikarenakan kebijakan tersebut masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Inspeksi Keselamatan dan Pelayanan di Wilayah Daop 7 Madiun

Hal ini diungkap oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Ia menjelaskan bahwa pemerintah tengah menggodok aturan ini dengan hati-hati.

Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan kajian agar mekanisme pembatasan penjualan BBM bersubsidi bisa efektif.

Tanpa merugikan masyarakat yang berhak dan memastikan tidak terjadi penyalahgunaan. “Nah, karena itu sekarang kita lagi godok,” imbuh Bahlil.

Nah meskipun rencana pembatasan ditunda, harga BBM tetap mengikuti harga yang berlaku sesuai dengan kondisi aktual di pasar minyak mentah dunia.

Masih menurut Bahlil, Pemerintah terus memantau kondisi pasar, serta dinamika harga minyak dunia dalam menetapkan kebijakan terkait harga dan distribusi BBM.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menyatakan kuota BBM bersubsidi akan dijaga agar distribusinya tetap lancar dan tepat sasaran.