Gimin menyebut, harga kacang kedelai dalam beberapa pekan terakhir terus meroket. Dari yang semula Rp 800 ribu per kwintal, saat ini harganya sudah mencapai di atas Rp 1,1 juta. Kondisi ini membuat para perajin tahu dan tempe menjerit karena sudah tak mampu lagi bertahan dan terancam gulung tikar.
Gimin mengungkapkan, untuk saat ini harga jual ke konsumen masih disiasati dengan harga jual yang masih terjangkau. “Sekarang kalau maksimal Rp 1 juta sih masih bisa di siasati kalau lebih dari itu ya bagaimana,” ucapnya.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Sementara, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin meminta, agar pemerintah dapat memberikan solusi bagi para perajin tahu dan tempe untuk menekan harga kedelai yang terus mengalami sejak akhir tahun lalu.












