Example floating
Example floating
MetropolisBirokrasiPeristiwa

Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19: Upaya Pemerintah dan Realisasi Anggaran

Avatar
×

Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19: Upaya Pemerintah dan Realisasi Anggaran

Sebarkan artikel ini
Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 Upaya Pemerintah dan Realisasi Anggaran

Hingga Semester I tahun 2023, pemerintah terus berupaya untuk melaksanakan belanja negara agar segera berdampak langsung maupun tidak langsung pada masyarakat.

KPPN Jember, yang merupakan bagian dari pemerintah, mengelola APBN dengan total anggaran sebesar 6,5 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar 2,1 triliun dan belanja transfer ke daerah sebesar 4,4 triliun untuk wilayah Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.

Baca Juga: Sengketa Proyek Alun-alun Masuk Babak Baru, Selisih Pembayaran Rp 9 M Lebih  Ditolak Kontraktor, begini pernyataan Kadis PUPR Kota Kediri

Hingga Semester I tahun 2023, realisasi belanja negara yang telah dilaksanakan mencapai 3 triliun atau sekitar 47,03% dari total anggaran yang dikelola. Realisasi belanja pemerintah pusat sebesar 2,1 triliun telah mencapai 587 miliar atau sekitar 27,66%. Rinciannya adalah sebagai berikut:

  1. Belanja Pegawai dengan anggaran sebesar 977 miliar, telah terealisasi sebesar 485 miliar atau sekitar 49,69%.
  2. Belanja Barang dengan anggaran sebesar 962 miliar, telah terealisasi sebesar 381 miliar atau sekitar 39,69%.
  3. Belanja Modal dengan anggaran sebesar 190 miliar, telah terealisasi sebesar 48 miliar atau sekitar 25,42%.
  4. Belanja Bantuan Sosial dengan anggaran sebesar 16 miliar, telah terealisasi sebesar 6 miliar atau sekitar 42%.

Sementara itu, realisasi belanja transfer ke daerah sebesar 4,4 triliun telah mencapai 2,1 triliun atau sekitar 48,98%. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Baca Juga: RUU Perampasan Aset Jadi Terobosan 2 Skema Baru Negara Sita Harta Hasil Korupsi

  1. Belanja transfer Dana Desa dengan anggaran sebesar 530 miliar,telah terealisasi sebesar 210 miliar atau sekitar 39,73%. Jumlah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah disalurkan dari dana desa adalah sebesar 26,5 miliar untuk Kabupaten Jember dan 12,8 miliar untuk Kabupaten Lumajang. Totalnya mencapai 39,3 miliar yang telah disalurkan kepada 226 desa di Kabupaten Jember dan 198 desa di Kabupaten Lumajang untuk membantu keluarga yang kurang mampu.
  2. Belanja transfer Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dengan anggaran sebesar 117 miliar, telah terealisasi sebesar 5,2 miliar atau sekitar 4,49%. DAK Fisik digunakan untuk pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan sumber daya manusia yang kompetitif.
  3. Belanja transfer DAK Non Fisik dengan anggaran sebesar 898 miliar, telah terealisasi sebesar 342 miliar atau sekitar 38%. DAK Non Fisik digunakan dalam sektor lintas sektor untuk mendukung pencapaian proyek besar dan prioritas nasional serta pemulihan ekonomi nasional.

Diharapkan angka serapan belanja negara sebesar 47,03% akan terus meningkat pada bulan Juli 2023.

Masih terdapat waktu enam bulan untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran yang telah tersedia, terutama untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang. (Penulis: Eko Santoso, Pegawai di KPPN Jember)

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

Meskipun masih terjadi tantangan dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi, pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah yang signifikan melalui kebijakan fiskal dan realisasi anggaran APBN.

Dalam setengah tahun pertama tahun 2023, sejumlah dana telah terealisasi, termasuk bantuan sosial, dana desa, dan dana alokasi khusus untuk pembangunan fisik dan non fisik.

Diharapkan penyerapan anggaran dapat terus meningkat guna mendorong pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang.