Tak sekadar meninjau, Bupati Blitar juga menyerahkan bantuan secara langsung kepada 31 kepala keluarga terdampak. Di hadapan warga, Rijanto mengingatkan pentingnya kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pohon besar.
“Keselamatan warga harus menjadi yang utama. Kalau sudah masuk musim bencana, memang tidak bisa kita hindari sepenuhnya. Tapi kita bisa mewaspadai dan berhati-hati demi menjaga keselamatan,” pesannya.
Baca Juga: Pelatihan Tunas 3 TIDAR di Blitar, Gerindra Siapkan Pemimpin Muda Menuju 2029
Kehadiran pemerintah daerah dan relawan disambut haru oleh warga terdampak. Suntoko, salah satu perwakilan korban, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Kami mewakili para korban mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Blitar beserta jajaran, juga seluruh relawan yang sejak tadi malam sudah bekerja membantu kami,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Baca Juga: Ratusan Massa GPI Demo PN Blitar, Soroti Dugaan Rekayasa Hukum
Pantauan di lapangan, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga tampak siaga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan kesehatan warga. Hingga Sabtu siang, belum terlihat bantuan dari unsur partai politik maupun dapur SPPG di lokasi bencana.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan penanganan terus berlanjut. Ditargetkan, pada Minggu seluruh rumah warga terdampak sudah tertangani dan dapat kembali ditempati dengan aman.
Baca Juga: Temui Kapolres Blitar Kota, PMII Blitar Bongkar Masalah Kriminalitas hingga Tambang Ilegal
Di tengah musibah, kekompakan antara pemerintah daerah, relawan, dan warga menjadi bukti bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam menghadapi bencana.**












