Siswa didorong untuk mempraktikkan bisnis secara langsung, mulai dari memilih produk, merancang desain, menganalisis anggaran, mengukur daya saing, hingga menyusun laporan kegiatan. Selain itu, acara ini juga menjadi implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam kurikulum merdeka.
“Proses ELDEST itu panjang, meliputi pembuatan proposal, perencanaan keuangan, seminar pembekalan, dan ditutup dengan acara puncak pada 20 Desember 2024,” jelas Badru.
Sejak September 2024, berbagai tahapan telah dilakukan, mulai dari pembuatan proposal bisnis, presentasi analisis produk bersama ahli bisnis, hingga seminar inspiratif yang menghadirkan pengusaha sukses Indonesia.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diajarkan konsep bisnis tetapi juga nilai-nilai seperti kemandirian, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko. Dengan pengalaman langsung, siswa diharapkan mampu mengembangkan jiwa entrepreneur yang tangguh sejak dini.












