“Saya ingin merujuk kepada Pembukan Undang-Undang Dasar 1945 yang menawarkan wawasan berharga bagi jalan yang dipilih oleh Indonesia yang demokratis dan merdeka,” ujarnya dalam forum tersebut
Dia menyebut dalam beberapa barus pembukaan terus menyinggung keadilan sosial dalam beberapa baris yang tertuang di dalam acuan aturan negara itu. Menurutnya, kepasrahan terhadap berkat Allah yang Maha Kuasa saat Indonesia yang baru lahir merupakan narasi yang indah.
Baca Juga: Diakui IPSI, M. Taufiq Sah Pimpin PSHT, Blitar Serukan Soliditas Nasional
Termasuk, merujuk dua kali pada keadilan sosial, kata Paus, pembukaan UUD 1945 menjadi acuan atau fondasi tatanan internasional yang dinginkan dan sebagai salah satu tujuan yang harus dicapai demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia.
Dia juga mengatakan bahwa aturan ini juga didukung dengan semboyan negara, yaitu ‘Bhinneka Tunggal Ika’ sehingga tujuan keadilan sosial dan ketuhanan yang Maha Esa menjadi prinsip hakiki yang bermaksud untuk menginspirasi dan menuntun tatanan sosial di tingkat global.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
“Prinsip-prinsip ini dapat disamakan dengan struktur pendukung, sebuah fondasi yang kokoh untuk membangun rumah. Bukankah kita pasti menyadari bahwa prinsip-prinsip ini sangat sesuai dengan moto kunjungan saya ke Indonesia: Iman, Persaudaraan, dan Bela Rasa,” pungkas Paus.












