Example floating
Example floating
Home

Partai Golkar Memimpin Pembentukan Koalisi Besar untuk Rekonsiliasi Nasional

A. Daroini
×

Partai Golkar Memimpin Pembentukan Koalisi Besar untuk Rekonsiliasi Nasional

Sebarkan artikel ini
Partai Golkar Memimpin Pembentukan Koalisi Besar untuk Rekonsiliasi Nasional

Memo.co.id

Partai Golkar tengah memimpin pembentukan koalisi besar-besaran dengan beberapa partai politik lainnya untuk mempromosikan rekonsiliasi nasional dan mengatasi polarisasi politik di Indonesia.

Baca Juga: Langkah Strategis Pemkab Magetan Dorong Sayur Lokal Masuk SPPG Siap Edukasi Petani Agar Sesuai PSAT BGN Demi Tingkatkan Ekonomi Daerah

Pihak Partai Golkar telah melakukan pertemuan dengan beberapa pemimpin partai politik, termasuk PKB, Gerindra, dan Demokrat, serta mengajukan beberapa kandidat potensial untuk wakil presiden dari partai-partai tersebut.

Partai Golkar kini sedang memimpin dalam mengorganisir koalisi besar dengan beberapa partai politik lainnya. Selama seminggu terakhir, Ketua partai telah aktif mengadakan pertemuan safari politik dengan pemimpin dari berbagai partai politik.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Pertemuan-pertemuan tersebut termasuk dengan Ketua Gerindra, Prabowo Subianto, Ketua Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Ketua PKB, Muhaimin Iskandar.

Partai Golkar telah menyatakan keinginan untuk membentuk koalisi besar dengan partai lain, termasuk PKB, untuk menjadi koalisi alternatif dan berpihak di tengah persaingan politik antara faksi kanan dan kiri.

Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer

Dalam wawancara dengan Nusron Wahid, seorang politisi dari Golkar, ia menekankan keseriusan partai dalam membentuk koalisi besar untuk mengakhiri fragmentasi politik di negeri ini, terutama polarisasi yang terjadi selama pemilihan umum 2014 dan 2019.

Koalisi ini bertujuan untuk mempromosikan rekonsiliasi nasional, menyatukan partai-partai yang tidak terlibat dalam politik identitas atau sektarianisme.