“Saya mewakili teman-teman PKL mengucapkan banyak terima kasih kepada Mas Ibin, Wali Kota Blitar, atas fasilitas stand gratisnya kepada kami,” ungkapnya.
“Dengan begini tentunya kami merasa sangat terbantu. Kami juga bisa mendapatkan penghasilan dari Blitar Jadoel dan siap mensukseskan acara ini yang merupakan agenda rutin Pemkot Blitar,” tambah Andri.
Baca Juga: Suami di Blitar Tega Aniaya Istri Muda Akibat Cemburu Buta Live TikTok
Lebih dari sekadar pemberian fasilitas, para PKL melihat langkah ini sebagai bentuk nyata dari kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat kecil.
“Terima kasih Mas Ibin. Ini bukan cuma soal stand, ini soal kehadiran pemimpin di tengah rakyatnya,” kata seorang pedagang yang turut menerima stand gratis.
Baca Juga: HPN 2026, PWI Blitar Raya Bahas Potensi Jeratan KUHP bagi Insan Pers
Bagi para pelaku usaha kecil, inisiatif ini menjadi harapan baru di tengah tantangan ekonomi. Event Blitar Jadoel yang difasilitasi dengan pendekatan merakyat tak hanya membuka peluang usaha, tetapi juga membangun kembali kepercayaan kepada pemerintah.
“Kalau pemerintah seperti ini, rakyat kecil bisa tertawa lega. Ini benar-benar pesta rakyat,” ucap seorang PKL sambil tersenyum lebar.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Blitar membuktikan bahwa pembangunan kota tidak selalu harus diukur dari beton dan gedung pencakar langit, melainkan dari hadirnya keadilan, ruang hidup yang setara, dan kebijakan yang menyentuh langsung kehidupan rakyat.
Blitar Jadoel pun bukan hanya menjadi nostalgia masa lalu, melainkan panggung kolaborasi nyata antara pemerintah dan masyarakat demi kota yang lebih inklusif dan berdaya.**












