“Akan tetapi sampai tengah malam kami tunggu-tunggu kedua korban belum sampai di kapal, akhirnya kami melaksanakan pencarian mandiri sampai besok harinya, akan tetapi belum menemukan keberadaan korban. Akhirnya kami laporkan ke Basarnas untuk melaksanakan pencarian korban,” tuturnya.
Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI AL, Babinsa Motolohu, Tagana, dan dibantu masyarakat setempat, terlibat dalam pencarian ini. Mereka terbagi dalam beberapa tim, dan melakukan pencarian dengan menggunakan dua perahu nelayan, satu kapal pajeko dan satu rubber boat.
“Pada saat pencarian hari ke dua, tim SAR gabungan mengalami kendala dengan cuaca dan gelombang laut tinggi, akan tetapi semua itu tidak menyurutkan semangat tim SAR gabungan melaksanakan pencarian,” ujar Suhri Sinaga.
Tim SAR gabungan juga mengimbau kepada para nelayan setempat, untuk segera melapor dan memberikan pertolongan apabila melihat keberadaan korban. “Di hari ke dua pencarian, tim akan memperluas area pencarian sesuai arah angin yang sebelumnya sudah di tentukan dari posko,” pungkas Suhri Sinaga.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












