Diterangkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Munuf Syarif, pameran pendidikan menjadi salah satu program Dinas Pendidikan Kabup
Kabupaten Lamongan dalam menjawab tantangan di bidang pendidikan saat ini. Salah satunya ialah kemajuan teknologi yang berpotensi menghadirkan
dampak positif dan negatif bagi siswa.
“Komitmen kami adalah mewujudkan generasi emas yang unggul dan berdaya saing. Tentu banyak tantangan yang harus kami hadapi, salah satunya adalah penggunaan gadget yang memungkinkan menghadirkan dampak positif hingga negatif bagi siswa,” terang Munif.
Baca Juga: Pendidikan Dasar Gratis Disahkan MK, Istana Tunggu Arahan Prabowo Subianto
Adapun inovasi yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan untuk menjawab tantangan, diantaranya Gerakan Paduraksa atau gerakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara komprehensif, inklusif, holistik, dan berkelanjutan. Gerakan ini mencakup empat kegiatan utama: Sekolah Ramah Anak, Akreditasi Perpustakaan, Sekolah Sehat, dan Adiwiyata Sekolah.
Kota Soto juga memiliki kurikulum Kulambakekal atau kurikulum pertama di Indonesia karena menerapkan kearifan lokal di dalamnya. Dilanjutkan dengan Gerlamsesaku, sebuah program yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya pelajar.
Baca Juga: Stigma "Kampus Abal-abal" dan Kekhawatiran Pendidikan
Dilaporkan oleh Munif, pameran pendidikan akan digelar selama tiga hari (2 Mei hingga 4 Mei 2025). Dengan dimeriahkan oleh 80 stan dari korwil PAUD dan SD, 28 stan SMP negeri, 40 stan MKKS SMP swasta, 4 stan SMA/SMK sederajat, dan 8 stan Kemenag.
“Pada pameran pendidikan ini tidak hanya unjuk inovasi sekolah, adapun berbagai lomba kreatifitas antar siswa. Dengan menekankan pada proses dari potensi yang dimiliki siswa dan sekolah,” tambah Munif.(Aza)












