“Apakah kamu akan menembus 3%? Bahkan dia [IMF] usulin tembus saja 3% PDB-nya. Saya bilang sama mereka, ‘Ini kan anggarannya belum optimal penyerapannya. Ngapain saya naikin?'”
Menkeu Purbaya hanya akan mempertimbangkan untuk menaikkan defisit jika:
Penyerapan anggaran sudah optimal, tepat sasaran, dan tidak ada yang bocor (korupsi).
Pertumbuhan ekonomi sudah stabil di atas 6%.
Ia menambahkan, jika ekonomi sudah tumbuh kencang di atas 6%, kemungkinan besar ia tidak perlu lagi menembus batas defisit karena pendapatan dari pajak dan cukai akan meningkat dengan sendirinya.
Operasi ‘Penangkapan Besar-besaran’ Oknum Pajak Masih Berjalan
Ketika ditanya mengenai kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan kondisi penerimaan negara, Menkeu memilih berhati-hati.
“Sekarang kita belum dalam posisi untuk ngitung itu karena saya belum tahu sebetulnya kondisi perpajakan sama custom kita seperti apa. Setelah kita coba perbaiki nih tuan-tuan, saat-saat terakhir akan saya lihat nanti,” jelasnya.
Fokus saat ini adalah menstabilkan pendapatan dari pajak maupun cukai. Menkeu juga memberikan sinyal kuat mengenai upaya pemberantasan korupsi di internal instansinya. Ia menyebutkan adanya operasi “penangkapan besar-besaran” yang menargetkan oknum di lembaga Bea Cukai dan Pajak.
Meskipun menunda memberikan detail, ia memastikan operasi penindakan itu masih berjalan. “Nanti hari Jumat kita update, hari Jumat ya,” pungkasnya, kembali bercanda mengenai ancaman push up dari Presiden.












