Sejak itulah, warung tersebut geger. Ribut semakin membabi buta, sedanbg warga sekitar mengendalikan pria yang sudah mabuk tersebut. Sebagian warga melaporkan ke kepolisian karena sudah mengganggu ketentraman warga sekitar. Tidak lama kemudian, petugas datang dan menangkap Ribut Margiono.
Namun, pemuda pemabuik itu malakukan perlawanan. Dia teriak teriak . Namun, begitu digertak polisi, dia kabur. Lelaki itu melarikan diri ke arah kali Jagir. Di tepi sungai Jagir, dia menjeburkan diri karena dikejar polisi. Beberapa petugas membiarkan dia berada di sungai. Petuygas lainnya juga berjaga dari arah lain untuk menangkap pria yang masuk ke sungai tersebut.
Baca Juga: Jelang Munas X LDII April 2025, Menteri Fadli Zon Minta LDII Perkuat Kebudayaan
Begitu Ribut Margiono menepi karena tidak kuat bertenang, polisi dengan gampangnya menyiduk dia dalam keadaan basah kuyub. Petugas yang mengenakan kaos berlogo Polri juga basah kuyub akibat menangkap buruh bangunan yang mabuk miras tersebut.
“Korban takut dan lari, tapi dia terus mengacungkan pisau yang diambil dari warung korban,” kata Kompol Dwi Heri Sukiswanto Kapolsek Rungkut Surabaya melalui Kanit Reskrim, AKP Abdul Karim Renngur. ( mar )
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu












