“Pembekalan ini supaya imam-imam benar-benar berkualitas, sesuai syariat dan tatanan yang ada, termasuk soal waktu yang relatif seragam. Kalau tidak ada pembekalan seperti ini, masing-masing masjid punya ritme sendiri-sendiri, ada yang terlalu cepat, ada juga yang terlalu lambat,” jelas Salam.
Ia berharap, setelah mengikuti diklat ini, para imam dapat menerapkan ilmu yang didapat dan memimpin jamaah dengan lebih baik selama Ramadhan.
Baca Juga: PSHT Kabupaten Blitar Murka! Pemkab Dituding Fasilitasi Kegiatan Ilegal Berkedok Halal Bihalal
“Diharapkan setelah pembekalan ini, para imam bisa memimpin jamaah benar-benar sesuai dengan standar syariat yang seharusnya,” tambahnya.
Salah satu peserta, Ahmad Rifa’i, mengaku kegiatan tersebut sangat bermanfaat, terutama bagi peningkatan kualitas ibadah umat. Ia menilai, seorang imam memiliki peran sentral dalam menciptakan suasana ibadah yang nyaman dan khusyuk.
Baca Juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar: Efisiensi atau Sekadar Panggung Pencitraan?
“Seorang imam itu sangat menentukan jamaahnya. Kalau imamnya bisa diikuti dengan baik, baik dari kefasihan maupun ketartilan bacaannya, maka jamaah akan merasa lebih nyaman dan nikmat dalam beribadah di Bulan Ramadhan,” pungkasnya.
Kegiatan diklat ini ditutup dengan doa bersama, sebagai harapan agar Ramadhan mendatang dapat dijalani dengan ibadah yang lebih tertib, khusyuk, dan membawa keberkahan bagi umat Islam di Kecamatan Sutojayan. **
Baca Juga: Halal Bihalal PSHT Blitar, Seruan Perbaikan Diri Lahir dan Batin Menguat












