Example floating
Example floating
Tekno Digi

Modal Bisnis Online Terukur, Dalam Menjalankan Transformasi Digital

Avatar
×

Modal Bisnis Online Terukur, Dalam Menjalankan Transformasi Digital

Sebarkan artikel ini
7 Cara Menghasilan Uang dari Bisnis Online dan Pilihan Transformasi Digital
7 Cara Menghasilan Uang dari Bisnis Online dan Pilihan Transformasi Digital

Seberapa penting peran affiliate dalam bisnis online, bisa diilustrasikan sebagai berikut. Seorang afiilite memiliki jaringan luas, karena bisnis yang ditekuni selama ini. Bahkan, seorang affiliate memiliki database gede, tentang produk produk dengan jenis produk tertentu.

Seorang affilite, misalnya jenis priduk digital, mereka pasti memiliki database dengan jumlah ribuan bahan jutaan. Data base yang mereka mmiliki berasal dari produk sejenis yang pernah membeli produk serupa melalui affiliate tersebut. Sementara itu, pemilik produk belum memiliki calon pelanggan.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Nah, dari dua kasus diatas, seoranag afiilite dengan pemilik produk, menjaln kerjasama untuk pejualan produk digital. Misalnya, produk software. Ada komitmen fee, yang harus diberikan ke affiliate, jika terjadi pembelian. Dari situah, trend bisnis ini terus berkembang sampai sekarang, khususnya di internet.

4. Dropshiper

Dropshiper, kerjanya mirip dengan affilite. Hanya saja, perbedaannya terletak pada jenis produk. Jika affiliate banyak memasarkan produk digital, namun dropshiper, menjualkan produk fisik. Dropshiper, melekat dengan bisnis online shop, baik di marketplace maupun toko online.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Yang menjadi kelebihan dalam menjalankan bisnis dropshiper adalah tidak perlu memproduksi barang. Tidak perlu kulakan barang yang akan dijual. Tidak perlu buka toko online dan juga tidak membutuhkan modal besar, untuk membiayai produk, packing dan distribusi.

Semua pekerjaan dilakukan oleh orang lain. Dropshiper hanya menerima tranferan dari pembeli. Jadi, pembeli barang, akan trasnfer ke seorang dropshiper. Bukan ke pemilik barang. Pemilik barang akan mendapatkan uang dari dropshiper. Mata rantai bisnis dropshiper tersebut, tetap menguntungkan kedua belah pihak.

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

5. Reseller

Hampir sama dengan dropshiper. Sama sama sebagai perantara. Hanya saja, reseller itu harus membeli produk terlebih dahulu. Dalam dunia bisnis konfensional, reseller adalah agen atau distributor. Bisa juga toko grosir. Itulah peran reseller. Seorang reseller, tidak mendapatkan komisi. Namun, memperoleh sejumlah uang dari selisih harga.

Karena mendapatkan dari selisih harga, maka reseller, banyak berhubungan dengan pemilik produk langsung. Sebab, jika reseller menjadi kaki tangan produk grosir, maka mendapatkan harga nett yang sangat tipis. Harga di pasaran online, selalu terkontrol oleh pembeli. Pembeli selalu mengambil banyak referensi terhadap produk sejenis di mesin pencari.

6. Onlineshop

Sebagaimana layaknya toko online di kanan kiri rumah kita. Toko online, sudah banyak memadati traffik pemasaran bisnis online. Banyak produk didisplay dalam toko mereka sendiri, dengan harapan untuk mendapatkan penjualan langsung, dari pembeli ke toko online.

Katrena itulah, bagi pemilik bisnis offline, yang sudah jalan, tentu, pilihan mengelola online shop, menjadi satu satunya cara untuk bertranformasi dari bisnis offlone ke bisnis online . Kedua duanya harus tteap jalan, mengingat pasar, masih berada di dua zona, zona kongensional dan zona digital.

Bagi calon pembeli, pemilihan toko fisik dan toko online sama sama memiliki kelenihan. Jika menemui toko online dengan harga kompetitif serta produk yang kompetitif pula, seorang pembeli online, pasti akan menjatuhkan pilihannya pada toko online tersebut.

7. Freelancer

Pekerja bebas dan tidak terikat dengan majikan atau waktu. Pemilih jenis ini, cukup banyak, terlebih pada generasi milenial. Generasi, dimana mereka menginginkan kebebesan dalam berkarya dan bekerja. Tidak mau dikendalikan oleh pihak manapun, namun mendapatkan keuntungan yang besar pula.

Banyak website website besar, baik di luar negeri maupun di Indonesia, ang memfasilitasi para pekerja freelancer. Melalui website website tersebut, mempertemukan antara pemilik jasa/freelancer maupun pengguna jasa. Pihak ketiga, bisanya perusahaan yang mengelola website tersebut, menjadi penjamin dari setiap transaksi antara freelancer dengan pengguna jasa, agar berjalan aman dan menjamin kelancaran keduabelah pihak.

8. Produk Kreator

Ini bisnis yang bayak digeluti anak muda. Memmbuat software, membuat video, dan banyak produk digital lainnya, yang bertebaran di internet. Pemilik produk, memasarkan melalui freelancer, affiliate di dunia digital marketing. Produk kreator, selalu mengeluarkan dan memproduksi produk digital, sebagai jawaban untuk mempermudah pekerjaan para pebisnis online.

Misalnya, pebisnis onlie, butuh software akuntasi, software online ship, yang mumudahkan antara penyedia barang dengan penjual, agar proses jual belinya semakin mudah dan sistematis. Ini memerlukan aplikasi, script atau tool lainnya, sebagai upaya mempermudah proses proses tersebut.

Catatan diatas, cukup jelas bahwa modal bisnis online, relatif. Bagi pebisnis konfensional yang bertransformasi ke digital, modal bisnis online, cukup besar. Karena dalam transformasi digital tersebut, memerlukan piranti lengkap, untuik memberikan keunggulan lebih dibanding saat menjalankan bisnis konfensional.

Meski begitu, modal bisnis onlie, juga tidak besar. Modal bisnis online, yang sedikit ini, setidaknya tergambartkan pada delapan jenis bisnis online, di atas. Sebanjak delapan bisnis onlie tersebut, tidak membutuhkan modal yang besar. Modal bisnis online, jenis ini, tergolong kecil.   ( ed )