-
Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri. Penyidikan kepolisian mengungkap adanya luka tidak wajar pada tubuh korban yang memicu kecurigaan tindak kekerasan domestik.
-
Pihak kepolisian telah mengamankan terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut guna mendalami motif di balik peristiwa tragis ini.
-
Keluarga korban dan masyarakat setempat mendesak keadilan ditegakkan setelah melihat kondisi fisik bocah malang tersebut sebelum wafat.
Kronologi Penangkapan Terduga Pelaku Penganiayaan Anak Sukabumi
Tragedi memilukan kembali terjadi di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, menyusul laporan kematian seorang anak di bawah umur yang dianggap tidak wajar oleh pihak keluarga dan tetangga.
Kecurigaan bermula saat ditemukan sejumlah bekas luka lebam dan luka fisik lainnya pada jenazah korban, yang kemudian mengarah pada dugaan keterlibatan ibu tiri korban dalam sebuah aksi kekerasan rumah tangga.
Polisi bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan saksi-saksi kunci untuk merangkai kepingan fakta di balik hilangnya nyawa bocah yang seharusnya mendapatkan perlindungan di rumahnya sendiri.
Kejadian ini menyita perhatian publik setelah detail mengenai kondisi korban sebelum mengembuskan napas terakhir mulai tersebar. Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, korban sempat menunjukkan perubahan perilaku dan kondisi fisik yang menurun drastis dalam beberapa waktu terakhir.
Ketegangan memuncak saat pihak keluarga ayah kandung korban merasa ada yang disembunyikan mengenai penyebab kematian tersebut. Penyelidikan kepolisian kini difokuskan pada hasil autopsi medis untuk membuktikan secara ilmiah apakah luka-luka tersebut merupakan penyebab utama kematian atau ada faktor komorbid lainnya yang menyertai.
Pihak kepolisian Resort Sukabumi sejauh ini telah memetakan beberapa fakta penting dalam kasus ini. Pertama, adanya inkonsistensi antara keterangan awal terduga pelaku dengan temuan fisik di tubuh korban.
Hal ini menjadi titik masuk bagi penyidik untuk menerapkan pasal-pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.
Kedua, keterangan dari para tetangga yang sering mendengar suara keributan atau tangisan dari kediaman korban menambah beban bukti terhadap terduga pelaku. Investigasi ini dilakukan dengan kehati-hatian tinggi mengingat sensitivitas isu kekerasan terhadap anak yang sedang marak di Jawa Barat.












