MEMO – Sebuah tragedi memilukan terjadi di perlintasan kereta api yang terletak di depan Terminal Sukoharjo, tepatnya pada hari Rabu pagi (26/3/2025). Sebuah mobil dengan nomor polisi B 2883 BYJ bertabrakan dengan Kereta Api Batara Kresna, mengakibatkan empat pemudik dari Jakarta meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Menanggapi kejadian nahas ini, Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyatakan bahwa tim penyidik telah melakukan pemeriksaan intensif terhadap tujuh orang saksi. Saksi-saksi tersebut meliputi petugas jaga perlintasan, petugas keamanan, warga sekitar yang melihat kejadian, serta pengemudi mobil lain yang berada tepat di belakang kendaraan korban.
Baca Juga: Lansia Tewas Mengenaskan Akibat Kecelakaan Kereta Api Sritanjung di Klakah Lumajang
“Hingga saat ini, kami belum menetapkan satu pun tersangka dalam kasus kecelakaan yang sangat disayangkan ini. Proses penyidikan masih terus berjalan, dan pihak kepolisian sedang menunggu hasil gelar perkara bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo,” ungkap Kapolres saat ditemui oleh RRI.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan, “Jika hasil gelar perkara disetujui oleh Kejaksaan, maka akan dilakukan pemeriksaan ulang yang lebih mendalam, dan kasus ini akan ditingkatkan ke tahap penyidikan. Barulah setelah itu ada kemungkinan penetapan tersangka. Dari hasil penyelidikan awal, muncul dugaan bahwa kecelakaan ini terjadi karena petugas jaga perlintasan terlambat menutup palang pintu.”
Di sisi lain, PT Jasa Raharja Cabang Sukoharjo memastikan bahwa seluruh korban akan mendapatkan santunan yang sesuai. “Untuk korban luka-luka, kami akan menanggung biaya perawatan maksimal sebesar Rp20 juta. Sedangkan untuk korban meninggal dunia, ahli warisnya akan menerima santunan sebesar Rp50 juta,” kata Afrizal, perwakilan dari Jasa Raharja, pada hari Jumat (28/3/2025).
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat yang sangat penting akan betapa krusialnya keselamatan di perlintasan kereta api, terutama menjelang arus mudik Lebaran yang semakin padat. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian yang menjadi penyebab utama kecelakaan maut tersebut.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












