Example floating
Example floating
Metropolis

Minimnya Perhatian Daerah, Kesenian Tayub Sambirejo Terancam Punah

A. Daroini
×

Minimnya Perhatian Daerah, Kesenian Tayub Sambirejo Terancam Punah

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

NGANJUK, MEMO

Baca Juga: Cek Fakta Ramai Soal THR ASN Tahun 2026 Cair Awal Ramadhan Begini Kata Pemkab Lumajang Untuk Berikan Kepastian Bagi Pegawai

Selain populer dijuluki sebagai kota angin, Kabupaten Nganjuk ternyata juga dikenal sebagai daerah tujuan wisata budaya. Ragam jenis kesenian tradisional jawa banyak ditemukan di kota anjuk ladang ini.

Salah satu kesenian jawa warisan leluhur dan sudah menjadi branding (icon) daerah adalah seni tayub atau istilah lain disebut kesenian ledek. Kesenian ini lahir dan berkembang di wilayah kecamatan Tanjunganom tepatnya di dusun Ngrajek desa Sambirejo.

Baca Juga: Dukung Kreativitas Reses di Dinoyo Sekolahan DPRD Surabaya Sosialisasikan Program Intervensi Gen Z Rp5 Juta Per RW Tahun 2026

Dari catatan sejarah, kesenian ini mulai dikenal oleh pengamat dan penikmat seni ledek sejak tahun 1987 atau ketika era kepemimpinan dipegang oleh Bupati Nganjuk, Drs Ibnu Salam.

Agenda tahunan yang disuguhkan oleh para wisatawan pada waktu itu adalah acara gembyangan waranggono atau dikenal dengan sebutan wisuda waranggono yang diadakan di punden Mbah Ageng pusat ritual para waranggono (penari tayub,red) juga pengrawit dan pramugari.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

The post Minimnya Perhatian Daerah, Kesenian Tayub Sambirejo Terancam Punah appeared first on Memo Kediri |.