NGANJUK, MEMO – Bagi masyarakat Nganjuk khususnya di wilayah bagian timur ( Baron, Tanjunganom, Kertosono, Patianrowo dan Lengkong) tidak mungkin tidak mengenal nama dan tempat dimana lokasi Pasar Krempyeng Sambikenceng berada.
Ya betul. Pasar Sambikenceng berada di wilayah Desa Katerban Kecamatan Baron, Nganjuk. Tepatnya arah ke utara dari SMPN 1 Baron kurang lebih 1 kilometer.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik

Untuk diketahui, pasar krempyeng sambikenceng memiliki keunikan tersendiri. Yaitu para pedagang saat menjual dagangannya tidak berada didalam gedung pasar yang dilengkapi fasilitas berupa lapak atau kios.Tapi mereka cukup berjualan lesehan di alam terbuka. Itupun di sepanjang tepi jalan umum.
Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
” Tidak menutup kemungkinan, dengan keberadaan para pedagang berjualan di tepi jalan umum otomatis sewaktu waktu bisa mengganggu’ pengguna jalan,” terang Pj Kades Katerban ,Warih Ardata.

Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa
Untuk mengantisipasi itu ditegaskan oleh Warih Ardata, perlu ada penataan pasar. Konsepnya aman, bersih dan indah tanpa mengurangi karakteristik pasar krempyeng yang sebenarnya.
Salah satu penataan pedagang pasar krempyeng sambikenceng dikatakan Warih yaitu diawali dengan pendataan nama nama pengurus dan anggota pedagang kaki lima. Termasuk menata batas berjualan jangan sampai makan bahu jalan.

” Wacana ke depan , semua pedagang akan disediakan tenda tenda untuk tempat berjualan. Jadi sudah tidak lagi lesehan. Sesuai konsep awal biar rapi dan indah,” tegas Warih Ardata.
Sebelum itu direalisasikan masih kata Warih, pemdes akan musyawarah dengan perwakilan pedagang bersama pamong blok juga melibatkan lembaga desa untuk mencari solusi dan opsi lain untuk penataan pasar krempyeng sambikenceng agar lebih maju.
Tidak kalah pentingnya masih dijelaskan Warih, pemdes berharap pasar krempyeng sambikenceng bisa jadi sentral perdagangan hasil panen petani lokal. Baik hortikultura maupun tanaman pangan.

” Insyaallah dengan rencana itu roda perekonomian masyarakat Katerban akan berjalan lancar. Karena pasar krempyeng adalah pusat pedagang mencari nafkah dan pembeli mencari barang,” imbuhnya.
Sebagai bahan informasi bahwa arti pasar krempyeng itu sendiri adalah pasar tradisional yang menjual barang-barang seperti sayuran, makanan, dan jajanan yang cepat habis atau “krempyeng” (cepat bubar).
Sehingga pasar tersebut buka dalam waktu singkat dan kemudian cepat tutup setelah barang dagangannya habis terjual.
Pasar ini sering kali tumbuh secara alami dan menjadi pusat kegiatan ekonomi sosial masyarakat setempat. ( Adi).












