Blitar, Memo.co.id
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan. Kali ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purworejo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, menjadi sasaran kritik publik setelah menu MBG yang mereka distribusikan menuai komplain terbuka dari wali murid di media sosial.
Dalam sebuah video yang beredar luas, seorang wali murid meluapkan kekecewaannya terhadap paket MBG yang diterima siswa. Paket tersebut disebut hanya berisi satu buah risol mayo, satu kotak susu, dan satu buah apel. Menu tersebut sejatinya diperuntukkan untuk hari Sabtu, yang lazimnya didistribusikan pada hari Jumat, namun justru dibagikan lebih awal pada Kamis.
Baca Juga: Gus Tamim Gaungkan Ketahanan Pangan Keluarga Lewat Greenhouse Skala Kecil
Tak hanya soal isi paket, video lain yang beredar juga memperlihatkan keluhan soal rasa masakan menu MBG SPPG Purworejo yang dinilai kurang layak dan tidak sesuai harapan orang tua murid.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala SPPG Purworejo, Mega, mengakui adanya berbagai kekurangan dalam operasional dapur MBG yang baru berjalan selama lima hari. Ia menyebut pihaknya masih terus melakukan evaluasi internal.
Baca Juga: Sidak TKP2OM di Blitar Kota, Kapolres Pastikan Keamanan Produk untuk Masyarakat
“Kita mengakui ada komplain soal rasa. Kita terus melakukan evaluasi. Karena dirasa masih kurang, kami juga sudah menonaktifkan koordinator dari tim masak kami. Setelah itu, alhamdulillah sudah lumayan,” ujar Mega saat ditemui di SPPG Purworejo, Jumat (30/1/2026).
Terkait pembagian menu kering untuk hari Sabtu yang dilakukan lebih awal pada hari Kamis, Mega beralasan bahwa SPPG Purworejo juga melayani sebuah pondok pesantren. Menurutnya, pihak pondok meminta menu kering setiap hari Kamis karena para santri menjalankan puasa.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa pihaknya pernah mengalami keterlambatan distribusi MBG pada hari Jumat akibat jam pulang sekolah yang lebih cepat.
“Karena kami juga melayani pondok, yang minta menu kering pada hari Kamis untuk buka puasa. Sebelumnya juga kami pernah terlambat membagikan pada hari Jumat. Menghindari hal yang sama terjadi, kami berikan sekalian menu kering pada hari Kamis,” bebernya.












