Example floating
Example floating
Birokrasi

Menteri LHK Turun Tangan! TPA Banjarmasin Bakal Disulap Jadi Lebih Baik

Avatar
×

Menteri LHK Turun Tangan! TPA Banjarmasin Bakal Disulap Jadi Lebih Baik

Sebarkan artikel ini

MEMO – Kabar baik datang dari Banjarmasin, di mana Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung bagaimana sistem pengelolaan sampah berjalan. Dua lokasi yang menjadi perhatian utama adalah Pasar Bauntung di Banjarbaru dan Pasar Pandu di Banjarmasin. Tidak hanya melihat kondisi pasar, kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membahas strategi perbaikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih yang menjadi perhatian banyak pihak.

Kunjungan kerja ini merupakan kelanjutan dari agenda Asta Kampus dan Sekolah yang sebelumnya dilaksanakan di Auditorium Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru. Dalam kunjungannya ke pasar tradisional, Menteri Hanif berdiskusi langsung dengan para pedagang mengenai upaya mereka dalam mengelola sampah.

Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi

Salah seorang pedagang menyampaikan bahwa pihak pasar telah memiliki inisiatif untuk memanfaatkan sampah organik sebagai pakan ternak. Selain itu, pengumpulan sampah rutin dilakukan setiap sore untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar.

“Selain itu, Pasar Bauntung sudah memiliki unit Bank Sampah yang aktif menampung sampah karton dan plastik dari para pedagang. Sementara itu, sampah organik dikelola melalui metode komposting yang inovatif, bahkan ada yang memanfaatkan budidaya maggot,” ungkap Menteri Hanif saat memberikan keterangan pada hari Minggu (15 Maret 2025).

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Di Pasar Pandu Banjarmasin, Menteri Hanif meninjau Rumah Pemilahan Sampah yang menjadi pusat pengelolaan limbah pasar. Beliau memberikan apresiasi yang tinggi kepada pengelola pasar karena kondisi Pasar Pandu terlihat bersih dan tertata rapi saat kunjungan dilakukan.

Setelah meninjau kedua pasar, perhatian Menteri Hanif tertuju pada kondisi TPA Basirih yang diakuinya sebagai tantangan utama dalam sistem pengelolaan sampah di Banjarmasin. Berdasarkan data terbaru, tingkat timbulan sampah di wilayah Banjarmasin dan Barito Kuala mencapai sekitar 0,85 kg per jiwa per hari.

Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan

Saat ini, TPA Basirih memang masih menghadapi berbagai kendala dalam sistem pengelolaannya. TPA ini dibangun pada tahun 1997 dengan dukungan dari Bank Dunia dan menggunakan standar internasional pada masanya.

“Namun, dalam perjalanannya, pengelolaan TPA Basirih tidak berjalan secara optimal. Akibatnya, sampah seringkali ditempatkan secara tidak teratur, yang pada akhirnya menambah beban bagi pemerintah daerah dan memberikan dampak buruk bagi lingkungan sekitar,” jelas Menteri Hanif.

“Kondisi ini terjadi akibat kurang optimalnya pengelolaan di masa lalu, sehingga pengelola saat ini harus menanggung akibatnya. TPA seharusnya tidak hanya menjadi tempat membuang sampah, tetapi harus menjadi bagian integral dari sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” pungkas Menteri Hanif.