Lebih lanjut, Budi Arie menekankan pentingnya inovasi dalam operasional kopdes, dengan penerapan sistem transaksi cashless dan digitalisasi untuk memudahkan operasional serta meningkatkan transparansi. Ia menyatakan telah membuktikan sendiri efektivitas transaksi digital menggunakan QRIS dan berharap seluruh Kopdes Merah Putih mengadopsinya.
Pemerintah sendiri menargetkan pengoperasian Kopdes Merah Putih secara luas dapat berjalan cepat, terukur, dan terorganisir dengan baik. Ada tiga indikator utama pengawasan: tercatat, terukur, dan terdampak. Keberhasilan koperasi ini, menurut Budi Arie, akan diukur dari dampaknya terhadap masyarakat desa.
Baca Juga: Serapan Produk UMKM Pemerintah Terganjal, Menteri Maman Akui Evaluasi Menyeluruh Mendesak
“Koperasi menggerakkan ekonomi dari akar rumput, agar kemiskinan di desa bisa berkurang dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tutupnya.
Target pembentukan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih telah tercapai. Kopdes Merah Putih rencananya akan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Baca Juga: Pemerintah Dorong UMKM Produksi Becak Listrik! Kini Lebih Canggih dengan Sensor & Aplikasi












