“Maka dari itu, perbedaan ini menjelaskan mengapa pertumbuhan di kuartal II tahun ini tampak lebih rendah,” tambahnya.
Meskipun demikian, Febrio menegaskan bahwa belanja pemerintah untuk tahun ini tetap akan sesuai dengan rencana yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak akan mempercepat belanja di akhir tahun.
“Melihat proyeksi terakhir, belanja pemerintah tahun ini diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 87 triliun di atas anggaran yang telah ditetapkan dalam APBN. Jadi sebenarnya tidak ada kebutuhan untuk menambah belanja secara signifikan,” tegas Febrio.
Dia menambahkan bahwa belanja pemerintah saat ini sudah sangat baik dan bahkan dalam beberapa pos, belanja dapat melebihi anggaran yang telah direncanakan dalam APBN.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Perbedaan Jadwal Pembayaran Sebabkan Penurunan Belanja Pemerintah
Pertumbuhan belanja pemerintah pada kuartal II-2024 menunjukkan penurunan dibandingkan kuartal I-2024, yang disebabkan oleh perubahan jadwal pembayaran THR dan gaji ke-13. Tahun lalu, pembayaran THR dan gaji ke-13 dilakukan pada kuartal II, sementara tahun ini dilakukan pada kuartal I. Perbedaan ini menyebabkan pertumbuhan belanja pada kuartal II tahun ini tampak lebih rendah.












