Example floating
Example floating
inspirasiPeristiwa

Mengantisipasi Kekeringan: Pentingnya Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam Menjaga Kawasan Hutan

Avatar
×

Mengantisipasi Kekeringan: Pentingnya Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam Menjaga Kawasan Hutan

Sebarkan artikel ini
Mengantisipasi Kekeringan Pentingnya Kerjasama Pemerintah dan Masyarakat dalam Menjaga Kawasan Hutan

MEMO, Garut: Dalam menghadapi ancaman kekeringan yang semakin meningkat akibat musim kemarau, kerjasama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Hal ini disampaikan oleh Hamzah Fauzi, seorang petani kopi “Sunda Hejo” asal Kadungora, Garut, yang juga aktif sebagai pegiat lingkungan.

Baca Juga: Arus Balik Libur Nataru 2025/2026, Berikut Beberapa Stasiun KA Yang Jadi Favorit Penumpang

Melalui kegiatan reboisasi dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, pihaknya telah berupaya mempertahankan keberlanjutan lingkungan dengan harapan dapat mengatasi masalah kekeringan yang sering terjadi.

Namun, untuk mencapai hasil yang optimal, diperlukan komitmen bersama dalam mengamankan hutan dan memperbaiki kondisi infrastruktur irigasi.

Baca Juga: Rangkaian Musda VII LDII Kota Kediri tahun 2025, Upayakan Peningkatan Kapasitas Pemuda

Membangun Kesepakatan Bersama: Pemerintah dan Masyarakat dalam Mengamankan Sumber Mata Air dari Kawasan Hutan

Guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kekeringan akibat musim kemarau, diperlukan kerjasama yang melibatkan pemerintah dan semua pihak dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Sebagai seorang petani kopi “Sunda Hejo” dari Kadungora, Garut, Hamzah Fauzi juga merupakan seorang aktivis lingkungan.

Baca Juga: Musda VII LDII Kota Kediri Tahun 2025 Resmi Dibuka Wali Kota Vinanda , Lahirkan ECO Pesantren Dan SDM Profesional Religius

Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, dirinya masih aktif dalam menggalakkan kegiatan yang berbasis lingkungan, seperti melakukan reboisasi di kawasan hutan.

Peran Pemerintah dan Masyarakat: Klasifikasi Lahan dan Reboisasi untuk Kelestarian Lingkungan

“Kita perlu adanya komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat, terutama petani atau aktivis lingkungan, terkait pengklasifikasian lahan, termasuk kawasan hijau, kawasan penyerapan air, dan lahan hutan yang akan digunakan untuk reboisasi,” ujar Hamzah Fauzi pada hari Jumat (23/6/2023).

Ia menekankan bahwa air yang dieksploitasi oleh perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), seperti PDAM, serta penggunaan sumber mata air, termasuk sumur-sumur tradisional oleh masyarakat dan pemerintah, sebagian besar berasal dari kawasan hutan.

“Untuk menjaga ketersediaan sumber air, diperlukan kesepakatan bersama dalam menjaga kelestarian hutan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengkritisi kurang optimalnya pemanfaatan dan pemeliharaan teknis irigasi.

“Saat ini, kondisi saluran irigasi teknis sebagai sumber pengairan pertanian sangat tidak terawat, padahal saluran irigasi tersebut sangat penting bagi petani dalam menjaga lahan mereka agar tetap terairi dan terhindar dari dampak kekeringan,” pungkasnya.

Artikel ini menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, terutama petani dan pegiat lingkungan, dalam menghadapi masalah kekeringan.

Melalui upaya reboisasi dan pengelolaan sumber air yang berkelanjutan, diharapkan dapat menjaga ketersediaan air melalui kelestarian kawasan hutan.

Selain itu, perbaikan infrastruktur irigasi juga menjadi hal yang penting untuk memaksimalkan penggunaan air dalam pertanian.

Dengan kerjasama dan komitmen bersama, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif kekeringan bagi masyarakat.