Example floating
Example floating
Life StyleSehat Bugar

Mati Setelah Perawatan RS! Dampak Mengerikan Obesitas Terungkap, Wajib Tahu!

Alfi Fida
×

Mati Setelah Perawatan RS! Dampak Mengerikan Obesitas Terungkap, Wajib Tahu!

Sebarkan artikel ini
Mati Setelah Perawatan RS! Dampak Mengerikan Obesitas Terungkap, Wajib Tahu!
Mati Setelah Perawatan RS! Dampak Mengerikan Obesitas Terungkap, Wajib Tahu!

MEMO

Pria obesitas asal Tangerang, Banten, bernama Cipto Raharjo, meninggal setelah dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Obesitas menjadi isu kesehatan serius yang perlu mendapatkan perhatian lebih.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Artikel ini akan membahas dampak obesitas terhadap kesehatan dan risiko komplikasi yang perlu diwaspadai, mulai dari hipertensi hingga risiko kanker. Dapatkan informasi lengkapnya di bawah ini.

Mengapa Obesitas Bisa Menjadi Ancaman Serius bagi Kesehatan?

Seorang pria yang berasal dari Tangerang, Banten, bernama Cipto Raharjo, telah meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Sebelumnya, Cipto dievakuasi dari rumahnya pada hari Selasa (4/7) dan kemudian dirujuk ke RSUD Kota Tangerang.

Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum

Kepala Humas RSUD Kota Tangerang, Fika Khayan, mengungkapkan bahwa pasien ini mengalami sesak napas selama satu minggu terakhir. Selain itu, Cipto juga mengalami nyeri pada kaki sehingga tidak mampu berjalan dengan normal.

Fika melaporkan bahwa Cipto tidak memiliki riwayat jatuh sebelumnya. Namun, selama dua minggu terakhir, dia hanya mampu berjalan dengan cara mengesot ketika ingin pergi ke kamar mandi.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Memanfaatkan Air Kelapa untuk Rambut Sehat!

Menurut World Health Organization (WHO), obesitas merupakan kondisi di mana tubuh mengalami akumulasi kelebihan lemak yang membawa risiko terhadap kesehatan. Seseorang dikategorikan sebagai obesitas jika indeks massa tubuhnya mencapai angka 30 atau lebih.

Ahli bedah bariatrik, Mir Ali, menjelaskan bahwa obesitas dapat mempengaruhi setiap sistem organ dalam tubuh dan menyebabkan efek negatif pada masing-masing sistem tersebut.

Oleh karena itu, orang yang mengalami obesitas berisiko menghadapi komplikasi kesehatan tertentu. Berikut adalah beberapa komplikasi yang terkait dengan obesitas:

  1. Hipertensi

Obesitas terkait erat dengan masalah hipertensi. Penelitian dari Framingham Offspring Study menemukan bahwa obesitas berkontribusi sebesar 65-78 persen pada kasus tekanan darah tinggi primer.

Hipertensi adalah kondisi di mana darah mengalir melalui arteri dan vena dengan tekanan yang lebih tinggi dari biasanya. Orang yang mengalami hipertensi berisiko tinggi untuk menderita penyakit jantung, serangan jantung, stroke, dan penyakit ginjal.

  1. Kolesterol Tinggi

Menurut American Heart Association (AHA), orang dengan berbagai ukuran tubuh memiliki risiko tinggi terkena kolesterol tinggi. Namun, orang yang mengalami obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi.

Kolesterol adalah senyawa lemak yang sejatinya memiliki manfaat bagi tubuh dalam jumlah tertentu. Namun, jika jumlahnya berlebihan, dapat menyebabkan masalah jantung dan stroke.

  1. Sleep Apnea

Obesitas menyebabkan penyempitan jalan napas yang dapat menyebabkan sleep apnea, yaitu kondisi di mana pernapasan seseorang berhenti sesaat selama tidur. Salah satu gejala sleep apnea adalah mengorok.

Jika sleep apnea tidak diatasi dengan baik, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, dan depresi.

  1. Osteoarthritis

Kelebihan berat badan yang masuk dalam kategori obesitas dapat memberikan tekanan berlebih pada sendi. Tekanan ini dapat menyebabkan peradangan dan mengakibatkan komplikasi obesitas yang dikenal sebagai osteoarthritis.

  1. Masalah Pencernaan

Obesitas juga dapat menyebabkan berbagai masalah pencernaan seperti heartburn, penyakit saluran kemih, dan masalah hati.

Obesitas berhubungan dengan risiko tinggi terkena GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit refluks asam lambung ke kerongkongan. Selain itu, penumpukan lemak berlebih pada hati dapat menyebabkan kerusakan hati.

Obesitas juga meningkatkan risiko batu ginjal, dan dalam beberapa kasus, prosedur laser tidak cukup efektif sehingga memerlukan pembedahan.

  1. Diabetes

Obesitas juga merupakan faktor risiko bagi penyakit diabetes, selain gaya hidup, riwayat keluarga, dan usia. Berdasarkan American Diabetes Association, kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena diabetes.

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara obesitas dan perkembangan dari kondisi pra-diabetes menjadi diabetes tipe 2.

  1. Kanker

Obesitas yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko terkena beberapa jenis kanker, antara lain kanker rahim, serviks, endometrium, ovarium, payudara, kolon, rektum, esofagus, hati, kandung kemih, pankreas, ginjal, dan prostat.

  1. Asma

Asma juga dapat menjadi komplikasi akibat obesitas, dan pasien dengan obesitas biasanya menghadapi kesulitan dalam mengelola kondisi asma.

Asma merupakan kondisi yang disebabkan oleh peradangan dan penyempitan saluran udara. Hal ini membuat pernapasan menjadi lebih sulit dan dapat membahayakan jiwa jika tidak ditangani dengan baik.

Obesitas dapat menyebabkan perubahan pada fungsi paru-paru. Kelebihan berat badan akan menekan paru-paru, membatasi kapasitasnya untuk menghirup udara, serta meningkatkan peradangan dan memperburuk gejala asma.

Melalui pemahaman mengenai komplikasi-komplikasi obesitas ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga berat badan dalam batas yang sehat demi menjaga kesehatan dan mengurangi risiko terkena masalah kesehatan yang serius.

.

Obesitas dan Dampaknya Terhadap Kesehatan: Risiko Komplikasi yang Perlu Diwaspadai

Tak hanya itu, obesitas juga meningkatkan kemungkinan terkena berbagai jenis kanker, masalah pencernaan, dan gangguan pernapasan seperti asma.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk menjaga berat badan dalam batas yang sehat dengan mengadopsi gaya hidup sehat melalui pola makan seimbang dan olahraga teratur.

Kesadaran akan risiko komplikasi yang mungkin muncul akibat obesitas menjadi langkah awal untuk menjaga kesehatan jangka panjang.