Wali Kota Blitar, Mas Ibin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap Bung Karno, melainkan juga momentum penting untuk menyuburkan kembali semangat nasionalisme dari akar sejarah.
“Ziarah ini bukan hanya ritual seremonial, tapi bentuk konkret merawat ingatan kolektif bangsa. Bung Karno bukan milik Blitar semata, beliau milik seluruh rakyat Indonesia. Dari sini kita belajar tentang keteladanan, semangat juang, dan nilai-nilai kebangsaan,” ujar Mas Ibin.
Baca Juga: Suami di Blitar Tega Aniaya Istri Muda Akibat Cemburu Buta Live TikTok
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Blitar terus berkomitmen menjaga kompleks makam sebagai ruang publik yang tidak hanya berfungsi sebagai situs sejarah, tetapi juga sebagai pusat edukasi kebangsaan yang membumi. Berbagai kegiatan yang digelar setiap Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno dirancang untuk menanamkan nilai Pancasila dalam tindakan nyata.
Kegiatan ini juga menjadi simbol kuat dari sinergi antara pemerintah pusat melalui BPIP dan pemerintah daerah dalam menjaga warisan ideologis bangsa. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadikan situs makam Bung Karno sebagai episentrum semangat nasionalisme yang terus menyala.
Baca Juga: Safari Ramadan NasDem di Blitar, Saan Mustopa Serukan Persatuan di Pusara Bung Karno
“Kolaborasi ini penting agar warisan ideologis Bung Karno tidak hanya dikenang, tapi dijadikan panduan dalam membangun Indonesia ke depan,” pungkas Yudian.
Di akhir prosesi, Yudian dan Mas Ibin berdiri berdampingan, membungkukkan badan dengan hormat di hadapan nisan Bung Karno. Isyarat sunyi yang memuat pesan mendalam: bahwa perjuangan Bung Karno tidak terkubur di tanah, tetapi hidup dalam cita-cita bangsa, dalam langkah pemimpin, dan dalam harapan rakyat yang tak pernah padam. **
Baca Juga: Ngopi Ramadan Jadi Panggung Evaluasi Kritis, Reformasi Struktural Jadi Tuntutan Kota Blitar












