NGANJUK, MEMO – Mangkraknya gedung eks Rumah Sakit Daerah ( RSD) Kertosono sejak 8 tahun terakhir ini tampaknya mengundang kritik pedas dari kalangan DPRD Nganjuk.
Hal itu seperti dilontarkan anggota Komisi lV DPRD Nganjuk, Karyo Sulistiyono. Dari hasil wawancara dengan politikus senior Partai Golkar ini secara blak blakan menilai bahwa perhatian pemerintah daerah selama ini terhadap keberadaan eks gedung RSD Kertosono dinilai setengah hati.
Baca Juga: Safari Kemanusiaan AWN Belum Berakhir, Hari Ini Bagikan Santunan Untuk 20 Yatim Piatu Di Brebek

Padahal seperti dikatakan Karyo Sulistiyono dengan tidak terurusnya gedung eks RSD Kertosono selama bertahun tahun akan membawa dampak yang cukup signifikan.
Baca Juga: Team Baksos AWN Jadi Burbershop Dadakan, Tiga ODGJ Jalanan Dicukur Rapi
Mulai dampak kerugian finansial anggaran daerah sampai merosotnya citra pemerintah daerah itu sendiri.

Baca Juga: Kesandung Perkara Korupsi APBDES, Kades Dadapan Dituntut 1 Tahun 10 Bulan Penjara
Secara gamblang diuraIkan Karyo Sulistiyono. Dampak kerugian finansial anggaran daerah berkaitan dengan terbuangnya dana APBD sia sia. Karena proses pembangunanya otomatis menelan anggaran yang tidak sedikit.
Dampak lainnya masih kata Karyo yaitu dampak kerusakan bangunan. Menurutnya, gedung yang lama tidak terawat justru akan mengalami kerusakan berat.

Kerugian lainnya masih kata Karyo yaitu masalah potensi keamanan. Dengan tidak terurusnya atau pembiaran terhadap aset daerah maka akan berpotensi besar jadi sasaran empuk oknum pelaku penjarahan.












