“Program tersebut untuk mementingkan elektoral politik presiden, bagaimana mungkin anggaran bidang-bidang lain berhubungan masyarakat dikurangi sedangkan pengeluaran masyarakat bertambah,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro mengapresiasi sikap kritis dari mahasiswa dan dinilai aksi tersebut murni tanpa tendensi apapun.
Baca Juga: Hakim Tipikor Perintahkan Camat Papar dan Purwoasri Kembalikan Uang Suap Perangkat Desa Kediri
Namun demikian, menurut Murdi, cara penyampaian dinilian kurang pas. “Harusnya para mahasiswa mau diajak dialog di kantor agar lebih fokus dan enak saat menjelaskan,” katanya.
Dirinya juga sangat menyayangkan sikap mahasiswa yang tidak percaya terhadap kinerja wakil rakyat.
“Kalau terkait tuntutan itu kan kemenangan pusat artinya kita yang di daerah itu pelaksana. Kita enggak bisa menolak karena anggarannya itu sudah dipotong dari pusat. Ada hampir 57 triliun yang akan tidak disalurkan ke Kota/Kabupaten,” ucapnya.
Aksi berakhir tertib dengan pengawalan ketat dari Polisi yang dipimpin langsung Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto. Alhasil, para mahasiswa ini hanya bisa berharap agar tuntutannya dapat diperhatikan oleh pemerintah pusat. (Chandra)
Baca Juga: Camat Ngaku Terdesak Kepala Desa Sodorkan Kresek Hitam, Terima Uang Karena Wanita












