Dwi mengungkapkan bahwa salah satu alasan pemindahan ini adalah karena operasional terminal umrah telah lebih dulu dialihkan dari Terminal 2D ke Terminal 2F. Berdasarkan hasil persiapan yang telah dilakukan, Terminal 2F dinilai sudah cukup representatif dan nyaman untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada para jemaah haji.
“Secara fisik, kami sudah siap dan yakin dapat beroperasi dengan baik di Terminal 2F. Saat ini, yang menjadi fokus adalah penyelesaian pengaturan lainnya, seperti koordinasi yang intensif dengan Kementerian Agama Republik Indonesia serta pihak-pihak terkait dari Arab Saudi,” tuturnya.
Baca Juga: Ormas Madas Serumpun Siagakan Ratusan Massa Hadang Eksekusi Rumah Jalan Raya Darmo Surabaya
Fasilitas ‘Makkah Route’ di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilengkapi dengan sejumlah konter imigrasi dari pemerintah Arab Saudi. Keberadaan konter ini memungkinkan dilakukannya proses pre-clearance keimigrasian dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar 60 detik untuk setiap penumpang pesawat atau jemaah haji.












