
Lumajang, Memo.co.id
Lebah mistrius yang diperayai sebagai hewan penunggu Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, keluar dan ngamuk hingga menciderai puluhan warga. Sebanyak 40 warga di Desa Sumbermujur, Candipuro, Lumajang, mengalami kesakitan serius. Tubuhnya bentol-bentol terkena sengatan lebah. 1 orang dinyatakan meniinggal dunia.
Beberapa warga yag mempercayai hewan lebah penunggu Gunung Semeru Lumajang itu meyakini, mereka marah, karena huniannya di ladang di kawasan Gunung tersebut diganggu. Kemarahan lebah itu dilancarkan dengan bergerombol dan menyerang kepada warga yang ada di sebuah ladang, dekat lereng gunung Semeru.
” Kami tidka menduga, tiba tiba ada lebah bergerombol dan menyerang kami. Kami ketakutan dan semua yang ada di ladang tunggang langgang mencari perlindungan sendiri-sendiri,” kata Wakhid, warga di Kampung Wonoagung Desa Sumbermujur, yang ikut di ladang itu. Dia sendiri juga terkena gigitan serangga dan terasa sangat sakit sekali. Giggitannya berbeda dengan lebah biasa.
Beberapa warga sekitar menceritakan bahwa serangan lebah dengan membabi buta seperti ini baru terjadi kali ini. Namun, banyak masyarakat mempercayai ada lebah di lereng Guung Semeru ini. Sebagian lagi mengatakan bahwa lebah yang berukuran besar tersebut merupakan hewan yang dipercaya menunggu di Gunung Semeru.
Plt Kepala BPBD Lumajang, Hendro Wahyono, menjelaskan bahwa beberapa warga yang kritis setelah mendapat serangan lebah dirawat di Puskesmas Pembantu Penanggal dan Candipuro. rata rata, mereka mengalami serangan gigitan lebah kemudian panas tubuhnya.
” Mereka mendapatkan perawatan intensif khawatir terjadi apa apa. Kami juga berharap agar masyarakat berhati hati khawatir ada serangan susulan,” katanya. Sebanyak 40 warga dirawat di rumah sakit. 1 orang, dpastikan meninggal dunia, yaitu bernama Koko (47, karena korban ini seluruh tubuhnya mengalami gigitan lebah. ( ed)
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini











