Tuban, Memo.co.id
Pasangan gay yang memempati kos-kosan di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban, digrebek tim gabungan terdiri dari Satpol PP, aparat kepolisian dan TNI. Saat digrebek, pasangan gay tersebut dalam keadaan telanjang dengan nafas ngos-ngosan. Petugas gabungan mengamankan pasangan gay ytersebut dan beberapa pasangan muda mudi yang berada di hotel melati di daerah TUban.
Menurut Kapolsek Semanding Tuban AKP Desis Susilo petugas gabungan melaukan penyusuran di beberapa tempat, diantaranya hotel hotel melati dan kos kosan yang dicurigai sebagai tempat praktek yang engganggu ketertiban
masyarakat. Beberapa tempat sudah didata sebelum dilakukan penggrebekan.
” Kami merasa kaget saja, ternyata ada pasngan gay di dalam kamar kos kosan. Kedua sedang telanjang. Hanya mengenakan celana dalam dengan kondisi nafas ngos-ngosan. Pasangan gay tersebut satu laki laki satunya juga laki laki tapi penampilannya bergaya perempuan,” katanya.
Karena itulah, petugas melakukan pemeriksaaan identitas dan juga barang b arang bawaannya. Biasanya, razia semacam ni, juga menghasilkan barang barang terarang yang sengaja dibawa oleh pasangan muda mudi dan pasangan gay. Namun, petugas tidak menemukan barang barang haram tersebut.
“Razia ini merupakan kegiatan cipta kondisi (Cipkon) menjelang tahun baru 2017. Adapun sasaran adalah kos-kosan dan hotel,” terang AKP Desis Susilo, Kapolsek Semanding, Kabupaten Tuban, Jumat (30/12/2016).
Puluhan petugas gabungan mulai melakukan penyisiran dengan memeriksa sejumlah kos yang ada di Kelurahan Karang, Semanding. Dari salah satu tempat kos yang ada di kelurahan itu petugas mendapati sepasang gay yang sedang asyik berduaan di kamar dalam keadaan telanjang dan hanya memakai celana dalam (CD).
Razia yang dilakukan tim gabungan di Tuban tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Tuban dengan melibatkan instansi terkait, diantaranya adalah TNI dan Polri di wilayah masing masing. Diharapkan dengan adanya operasia ini akan tercipta kondisi dan situasi yang kondusif dan tidak meresahkan amsyarakat.( ed )