MEMO, Sidoarjo : Kurikulum baru pendidikan anak usia dini (PAUD) yang dihadirkan oleh Yayasan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidoarjo telah mencuri perhatian banyak orang! Dengan fokus pada pembentukan karakter dan moralitas, inovasi pendidikan ini bertujuan untuk mencetak generasi yang cerdas dan berakhlak.
Mengusung pendekatan bermain dan mengenal lingkungan, program PAUD ini menawarkan proses belajar yang menyenangkan dan efektif bagi para bocah yang akan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan
Yayasan DWP Sidoarjo Menghadirkan Inovasi PAUD Berbasis Moralitas
Pembina Yayasan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidoarjo berharap agar pendidikan moral ditanamkan sejak usia dini guna membentuk generasi yang berakhlak dan berkualitas.
Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor, S.Hum, yang merupakan Pembina DWP, menyampaikan bahwa pendidikan PAUD memiliki peran penting dalam mencetak generasi bangsa yang memiliki karakter yang baik.
Pembelajaran Bermain dan Lingkungan, Kunci Sukses Generasi Unggul
Tujuan utama adalah mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki sopan santun dan menghargai sesama. Oleh karena itu, kurikulum unggulan yang menekankan nilai-nilai moral dan karakter akan diterapkan di TK DWP Sidoarjo.
“Bagi seluruh TK Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Sidoarjo, yang paling penting adalah bagaimana kita bisa mencetak generasi bangsa yang bermoral dan berakhlak, bagaimana mencetak generasi yang berkarakter,” ungkapnya pada hari Jumat, 28 Juli.
Hj. Sa’adah Ahmad Muhdlor, atau yang akrab dipanggil Ning Sasha, juga menyatakan bahwa Kementerian Pendidikan saat ini sedang mengusung konsep pendidikan anak PAUD yang menyenangkan.
Pendekatan pendidikan anak PAUD lebih fokus pada pembentukan karakter daripada hanya menitikberatkan pada pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung. Menurutnya, pendekatan ini seharusnya sudah menjadi bagian dari kurikulum.
Pembelajaran bagi anak PAUD dilakukan melalui bermain, terutama bermain yang kreatif sehingga dapat membentuk karakter mereka. Selain itu, mereka juga perlu dikenalkan dengan lingkungan sekitar untuk merangsang rasa peduli terhadap lingkungan.
“Dalam pendidikan PAUD, seharusnya sebanyak 75 persen pembelajarannya dilakukan melalui bermain dan mengenalkan anak-anak pada lingkungannya,” tambahnya.
Ning Sasha juga menyatakan bahwa mencetak generasi yang cerdas memang tidak terlalu sulit, namun hal yang berbeda ketika mencetak generasi yang berakhlak. Hal ini harus dimulai sejak usia dini, dan peran bunda PAUD menjadi sangat penting dalam proses tersebut.
Membentuk anak menjadi individu yang berakhlak di masa depan memerlukan sinergi dari semua pihak untuk mewujudkannya. Dengan sinergi yang baik, generasi penerus bangsa yang berkualitas dapat tercipta.
“Yang paling penting adalah kejujuran, itulah yang kita butuhkan agar bangsa ini semakin diberkahi. Oleh karena itu, saya berharap semua pihak dapat berkolaborasi dengan Yayasan TK DWP untuk menciptakan generasi unggul bagi bangsa ini,” pungkasnya.
Menjaga Tradisi Membangun Generasi Berkarakter Bagi Masa Depan Bangsa
Yayasan DWP Sidoarjo telah membuktikan keberhasilan dari pendekatan pendidikan anak usia dini yang berfokus pada karakter dan moralitas.
Dengan 75 persen pembelajaran melalui bermain dan mengenalkan anak-anak pada lingkungan sekitar, generasi yang bermoral dan berakhlak semakin tercipta.
Sinergi dari semua pihak, terutama peran bunda PAUD, menjadi kunci utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan efektif ini, tradisi membentuk generasi berkarakter untuk masa depan bangsa tetap terjaga dengan baik.












